Jakarta – Gubernur Kalsel H Muhidin meminta masyarakat untuk menunggu informasi yang akan dibeberkan Pemprov Kalsel terkait penerbangan ke luar negeri langsung dari Bandara Internasional Syamsuddin Noor. Untuk diketahui ada rencana penerbangan menuju Malaysia dan ke Jeddah Arab Saudi dalam rangka melayani jemaah umrah.
“Jadi masyarakat Kalsel tunggu saja nanti dibuka dan diinformasikan oleh Pemerintah Provinsi. Jadi persiapkan saja bagi yang ingin melakukan penerbangan ke Malaysia dan ke Jeddah bagi yang umroh,” ungkap Muhidin saat usai rapat Perpanjangan Runway Syamsudin Noor dan Pengembangan Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru di Ruang Rapat Mulawarman Lt IV Gedung Karsa Kemenhub, Jakarta pada Rabu (16/7/2025) siang.
Muhidin menambahkan dengan adanya penerbangan Internasional ini maka akan menunjang keperluan masyarakat Kalsel khususnya bagi Jemaah umrah.
Sementara Kadishub Kalsel Fitri Hernadi mengungkap bahwa pemerintah juga akan merencanakan membuka penerbangan langsung ke China dan Singapore di bulan Oktober mendatang.
Sementara diinfokan untuk Penerbangan perdana AirAsia yang semula pada tanggal 20 Oktober, akan dimajukan menjadi tanggal 22 September 2025.
Sementara pada minggu terakhir Oktober 2025, maskapai Garuda Indonesia akan melakukan penerbangan 2 kali seminggu ke Jeddah guna melayani jemaah umrah, dengan melakukan Technical Landing di Hyderabad, India menggunakan pesawat dengan kapasitas 365 penumpang.
Diungkapnya pula, Maskapai Lucky Air juga sedang melakukan persiapan untuk melayani penerbangan dari Syamsudin Noor menuju China (Guangzhou).
“Diperkirakan terlaksana pada bulan Oktober/November 2025,” ungkap Fitri Hernadi.
Dengan telah dilakukannya penerbangan internasional melalui Bandara Syamsudin Noor, maka evaluasi 24 bulan sebagaimana Kepmenhub Nomor 30 Tahun 2025 terhadap status Internasional Bandara Syamsudin Noor tidak perlu dilakukan dan status internasional akan tetap bertahan melekat di Bandara Syamsudin Noor.
Diketahui saat ini trafic penumpang di Bandara Syamsudin Noor sekitar 3,5 juta penumpang per tahun, dengan fasilitas terminal yang sudah semakin lengkap serta kapasitas yang mencukupi untuk melayani hingga 7-9 juta penumpang per tahunnya. Dalam prosedur penganggaran perpanjangan runway oleh Kemenhub dan PT Angkasa Pura Indonesia dipersyaratkan jumlah penumpang telah mecapai 5 juta penumpang per tahun, sehingga saat ini yang diperlukan adalah bagaimana rencana aksi agar terjadi peningkatan kunjungan dan lalu lintas orang melalui bandara Syamsudin Noor, baik untuk domestik maupun internasional.
Untuk penerbangan internasional, maskapai yang telah melakukan survei pasar dan melakukan audiensi dengan Pemprov Kalsel adalah AirAsia. Mereka mempersyaratkan minimum load factor penumpang per pesawat 80% agar maskapai mereka dapat secara berkelanjutan melayani penerbangan dari dan ke bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
Agar load factor tersebut terpenuhi, Gubernur H Muhidin telah menjamin dan menyusun beberapa strategi agar pada bulan pertama dan kedua penerbangan perdana dapat terisi lebih dari 80% dengan melibatkan promosi, kolaborasi serta pemberian insentif dan subsidi agar setiap maskapai yang melayani penerbangan internasional dari dan ke Kalsel dapat fully booked hingga ke depannya dapat membuka kesempatan maskapai lain untuk juga berkiprah melayani penerbangan internasional. Ary











