Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Tingkat keterserapan lulusan pelatihan yang digelar Disnakertrans Kalsel di BLK (Balai Latihan Kerja) terus meningkat dari tahun ke tahun. Kepala BLK Kalsel Fatmasari Said mengungkapkan lulusan pelatihan BLK Kalsel yang berhasil terserap di dunia kerja saat ini hampir 75 persen sesuai standar nasional.
“Ini meningkat dibandingkan serapan ke dini kerja pada 2024 sebelumnya yaitu hanya 72 persen,” kata Fatmasari usai pembukaan pelatihan berbasis kompetensi angkatan pertama tahun 2026 di BLK Kalsel Banjarbaru Kamis (21/5/2026).
Kenaikan keterserapan lulusan ke dunia kerja ini menurutnya bergantung pada program kejuruan pelatihan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri yang ada di Kalimantan Selatan.
Untuk 2026 ini berbagai jenis pelatihan dilaksanakan guna menjawab kebutuhan dunia kerja misalnya tata rias, desain grafis, digital Marketing, las, mekanik dan operator alat berat, bartender, barista, barber, tata boga, bakery and pastry dan lainnya.
“Pelatihan tersebut yang cepat terserap di dunia kerja dan usaha,” kata Fatmasari.
Pelatihan kerja di BLK kalsel juga dilaksanakan proses magang untuk kesiapan masuk ke dunia kerja namun kalau lulusan BLK dapat wirausaha sendiri justru semakin baik.
“Tujuan pelatihan BLK untuk menekan angka pengangguran dan diharapkan lulusan pelatihan BLK ini dapat direkrut dunia industri karena pendidikan yang diberikan sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri di Kalsel,” tambah Fatmasari.
Para peserta pelatihan melalui tahapan seleksi baik wawancara maupun online. “Peserta yang lulus ikuti pelatihan nilainya 80 ke atas,” kata Fatmasari.
Pada tahun anggaran 2026 ini BLK Kalsel bakal menggelar beberapa kali pelatihan. “BLK membuka pelatihan bagi warga Kalse, silakan mendaftar dan ikut tes seleksi dan pelatihan gratis dibiayai pemerintah,” kata Fatmasari.
Sebelumnya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti, pelatihan ini digelar merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalsel untuk menekan angka pengangguran terbuka.
Kegiatan pelatihan tahap I 2026 ini dikuti sebanyak 80 peserta yang berhasil lulus seleksi dari ribuan yang mendaftar. “Minat untuk ikut pelatihan ini sangat besar, berdasar data tahun sebelumnya bahkan hingga 3 ribu lebih yang mendaftar namun karena keterbatasan anggaran kuota peserta terbatas sehingga yang memiliki nilai seleksi terbaik yang dapat mengikuti pelatihan,” kata Irfan.
Ia menjelaskan, seluruh peserta pelatihan nantinya akan mengikuti sertifikasi kompetensi berlisensi dan berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pada tahap pertama tahun 2026 ini, BLK Provinsi Kalimantan Selatan membuka sejumlah program pelatihan strategis yang dinilai sesuai kebutuhan industri dan banyak diminati masyarakat.
Menurut Irfan, jenis pelatihan tersebut juga merupakan usulan dan rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota yang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja di daerah masing-masing. Ary











