BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHukumLintas KalselPeristiwa

Perkelahian di Tongkang Batubara Perairan Tabanio, Tewaskan Warga Batola

64
×

Perkelahian di Tongkang Batubara Perairan Tabanio, Tewaskan Warga Batola

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, Tanah Laut – Suasana tenang di perairan Tabanio Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin malam 4 Mei 2026. Sebuah perselisihan di atas tongkang batu bara RMN 3316 berakhir dengan duka mendalam setelah meninggalnya seorang pria berinisial HM warga Kabupaten Batola Kalsel.
Peristiwa ini bermula ketika sekelompok pria termasuk pelaku berinisial KA dan korban HM menaiki tongkang tersebut. Mereka berniat mengumpulkan sisa sisa muatan batu bara yang tertinggal. Pekerjaan yang semula dilakukan bersama sama ini seketika berubah menjadi petaka saat pembagian hasil sisa batu bara tidak menemui titik temu.
KA yang merasa sampai di lokasi lebih awal diduga mengambil porsi batu bara lebih banyak. Hal ini memicu keberatan dari HM hingga terjadi adu mulut yang sangat sengit. Pertengkaran kata kata itu dengan cepat memanas menjadi perkelahian fisik.
Melihat rekan mereka HM dalam kesulitan seorang pria lain bernama MR mencoba memberikan bantuan. Namun KA yang saat itu sudah tersulut emosi justru mencabut sebilah pisau. Ayunan senjata tajam tersebut mengenai MR hingga terjatuh sementara HM mengalami luka yang sangat serius. Harapan untuk menyelamatkan HM pupus karena pria tersebut mengembuskan napas terakhirnya saat sedang dalam perjalanan menuju tempat pertolongan medis.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Polairud IPTU Alamsyah Sugiarto menjelaskan bahwa pelaku KA yang merupakan warga Tabunganen Kabupaten Barito Kuala Kalsel sudah berhasil ditangkap. Pelaku telah mengakui perbuatannya dan kini harus mendekam di balik jeruji besi Polres Tanah Laut.
Selain mengamankan pelaku polisi juga menyita pakaian yang dikenakan saat kejadian sebagai barang bukti. KA kini terancam hukuman berat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Insiden ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua bahwa emosi sesaat dan perselisihan kecil bisa berujung pada penyesalan seumur hidup yang menghilangkan nyawa sesama rekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *