Foto/Polres Paser
Jejakborneonews.com, Tanah Grogot- Malam Sabtu di kawasan Jalan Pangeran Mentri, Tanah Grogot Kabupaten Paser Kaltim yang seharusnya tenang mendadak pecah oleh keributan berdarah. Tak butuh waktu lama, hanya kurang dari 12 jam, tim gabungan Polres Paser berhasil meringkus M.H. (46), pelaku penganiayaan maut yang sempat mencoba kabur setelah menghabisi nyawa korbannya.
Cekcok di Warung yang Berakhir Pilu
Tragedi ini bermula pada Jumat (13/3) malam sekitar pukul 22.00 WITA. Di sebuah warung Lapo/Tuak di Kecamatan Tanah Grogot, M.H. bersama rekan-rekannya tengah asyik menenggak minuman keras. Suasana mulai memanas ketika korban, A.M. (46), yang saat itu sedang beristirahat, merasa terganggu dan melontarkan teguran.
Niat hati hanya ingin beristirahat dengan tenang, namun M.H. yang sudah terpengaruh alkohol justru gelap mata. Tak terima ditegur, cekcok mulut pun pecah. Puncaknya, sebilah parang keluar dan menebas korban hingga terkapar bersimbah darah di depan warung.
Saksi mata sempat mendengar teriakan histeris dari luar warung. Saat dicek, ia hanya melihat kepulan asap motor pelaku yang melesat pergi membawa parang, meninggalkan korban yang sudah tak berdaya di atas tanah.
Perburuan Singkat Hingga ke Kuaro
Polres Paser tak tinggal diam. Tim “sapu bersih” dari Sat Reskrim, Intelkam, hingga Sat Narkoba langsung bergerak cepat menyisir jejak pelaku. Identitas pelaku yang merupakan seorang berprofesi tukang cukur berasal dari Malang Jawa Timur ini segera terendus, lengkap dengan barang bukti parang yang digunakan.
Titik terang muncul saat dini hari, Sabtu (14/3). Informasi masuk bahwa M.H. terlihat bersembunyi di sekitar Masjid Al-Jihad, Kecamatan Kuaro. Tak mau buruannya lepas, polisi langsung mengepung lokasi.
Sempat Melawan, Petugas Hadiahi “Tindakan Tegas”
Penangkapan pada pukul 03.00 WITA itu berlangsung tegang. Bukannya menyerah, M.H. malah mencoba melakukan perlawanan dan nekat ingin melarikan diri dari sergapan petugas. Alhasil, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.
Kasat Reskrim AKP Elnath Splendita menjelaskan bahwa motif utama pelaku adalah murni sakit hati.
“Pelaku tidak terima ditegur saat sedang minum-minum oleh korban yang sedang beristirahat. Terjadi cekcok yang berujung pada penganiayaan berat menggunakan senjata tajam,” jelasnya.
Kini, M.H. harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Mapolres Paser. Tragedi ini menjadi pelajaran pahit bagi kita semua, betapa alkohol dan emosi sesaat bisa menghancurkan masa depan dalam sekejap mata. Ary
Pembunuhan Di Tanah Grogot, Pelaku Diringkus Sembunyi di Masjid











