BerandaBerita NasionalBorneo ZoneEkonomi & BisnisHumanioraLintas KalselOpiniPolitik

Menteri LH Apresiasi TPA Sampah Banjar Hentikan Open Dumping

48
×

Menteri LH Apresiasi TPA Sampah Banjar Hentikan Open Dumping

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJAR – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin apel dan kegiatan kerja bakti (korve) di kawasan Taman Cahaya Bumi Selamat hingga Pasar Batuah, Martapura Kabupaten Banjar Kalsel, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan penanganan sampah sekaligus mendorong Kabupaten Banjar meraih kembali penghargaan Adipura pada 2026.

Dalam arahannya, Hanif menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu mendasar yang harus segera diselesaikan untuk mewujudkan Indonesia maju. Ia menyebut, penanganan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan telah menjadi instruksi Presiden kepada seluruh kepala daerah.

“Jika ingin menuju Indonesia maju dan Indonesia Emas, persoalan dasar seperti sampah harus diselesaikan lebih awal,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, timbulan sampah di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 365 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 265 ton telah terkelola dan dibuang ke TPA Cahaya Kencana, sementara sekitar 27 persen sisanya masih perlu penanganan lebih lanjut.
Hanif mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banjar yang telah menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi tonggak penting menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya pengurangan sampah organik dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan di tingkat rumah tangga dan komunitas. Ke depan, TPA diharapkan hanya menampung residu atau sampah anorganik.

Selain itu, penerapan sistem controlled landfill juga didorong sebagai pengganti open dumping, yakni dengan menutup timbunan sampah secara berkala menggunakan tanah guna mengurangi dampak lingkungan.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan lingkungan bersih dan kembali meraih Adipura. Berbagai langkah telah disiapkan, mulai dari penguatan anggaran, penyediaan sarana prasarana, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Adipura bukan hal baru bagi Kabupaten Banjar. Ini pernah kita raih, dan sekarang kita berkomitmen untuk meraihnya kembali dengan berbagai perbaikan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat melalui pemilahan sampah dari rumah. Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan sosialisasi hingga tingkat desa dan memberdayakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kemandirian masyarakat.

Kegiatan apel dan kerja bakti tersebut turut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, pelajar, dan berbagai instansi sebagai wujud gerakan bersama menuju lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *