BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHukumLintas KalselPeristiwa

Motif Asmara Dibalik Pembunuhan Buruh di Banjarmasin

385
×

Motif Asmara Dibalik Pembunuhan Buruh di Banjarmasin

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Keheningan dini hari di Jalan Veteran Gang Sejati, Banjarmasin Tengah, mendadak pecah oleh temuan memilukan. Seorang pemuda bernama Syahrul (23), warga Teluk Tiram Darat, ditemukan tak bernyawa di dalam sungai pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.
Pemandangan di lokasi kejadian sungguh tragis. Saat dievakuasi, jasad buruh harian lepas ini masih mengenakan helm di kepalanya, dengan posisi tubuh yang tenggelam di air. Di sekitar lokasi, polisi juga menemukan sebilah celurit yang diduga menjadi saksi bisu aksi brutal tersebut.
Drama Asmara di Balik Luka
Setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh Polsek Banjarmasin Tengah, tabir gelap di balik kematian Syahrul mulai terungkap. Motifnya klasik namun mematikan: Api cemburu dan dendam asmara.
Tragedi ini bermula dari bayang-bayang masa lalu. Syahrul diketahui merupakan mantan kekasih dari Yuliani, perempuan yang baru saja dinikahi secara siri oleh pelaku, M. Noor Fuad (36), dua hari sebelum kejadian.
Api emosi Fuad tersulut ketika sang istri mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari korban. Tak terima pujaan hatinya diganggu, Fuad pun gelap mata. Bersama rekannya, M. Faisal (31), mereka mencegat Syahrul hingga terjadilah pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang merenggut nyawa pemuda tersebut.
Pengejaran Maraton Sejak Subuh
Kepolisian tak butuh waktu lama untuk mengendus keberadaan pelaku. Di bawah komando Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Ipda Raihan Fakhri Primavinsyah, tim langsung bergerak melakukan pengejaran maraton.
Hanya berselang empat jam setelah jasad ditemukan, tepatnya pukul 06.00 WITA, petugas berhasil meringkus MN di sekitar Jalan Veteran Gang Lima Sejati.
“Pelaku MN mengakui telah menganiaya korban bersama rekannya MF menggunakan senjata tajam. Penyebab kematian korban adalah pendarahan hebat akibat luka bacok dan tusukan di beberapa bagian tubuh, mulai dari kaki hingga punggung,” jelas Ipda Raihan, mewakili Kapolsek Harris Wicaksono, Senin (16/3/2026) dikutip dari laman Radarbanjarmasin.com
Hasil Visum yang Memilukan
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RSUD Ulin Banjarmasin, Syahrul menderita luka-luka yang cukup parah:
* Luka bacok di betis kanan.
* Luka iris di paha kanan.
* Luka tusuk di punggung kanan dan kiri.
* Luka lecet di bahu kiri.
Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami status hubungan masa lalu antara korban dan Yuliani untuk melengkapi berkas perkara. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *