BerandaBorneo ZoneHukumLintas KalselPeristiwa

Wanita Ditemukan Tewas Di Sungai Ulin Banjarbaru, Polisi Buru Pelaku

229
×

Wanita Ditemukan Tewas Di Sungai Ulin Banjarbaru, Polisi Buru Pelaku

Sebarkan artikel ini

foto/Polres Banjarbaru

Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Seorang perempuan muda berinisial HS (25) ditemukan meninggal dunia di kawasan semak belukar  Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan pada Rabu malam, 29 April 2026.
Penemuan yang Mengejutkan Warga
Jasad HS warga Perumahan Bincau Indah II Martapura Kabupaten Banjar ini ditemukan sekitar pukul 20.30 Wita, berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Seledri. Penemuan ini bermula dari kecemasan keluarga karena korban tidak kunjung pulang ke rumah sejak Selasa sore usai bekerja di sebuah toko aksesoris.
Rasa khawatir keluarga semakin memuncak saat mengetahui bahwa HS, yang juga dikenal sebagai pengajar di sebuah pondok pesantren, tidak masuk mengajar pada keesokan harinya. Pencarian pun dilakukan secara mandiri oleh pihak keluarga dan warga hingga akhirnya sepeda motor milik korban ditemukan lebih dulu di sekitar lokasi kejadian.
Petunjuk dari Sepeda Motor Korban
Meski sepeda motor korban ditemukan dalam kondisi utuh, petugas menemukan adanya bercak darah di beberapa bagian kendaraan tersebut. Hal ini menjadi petunjuk awal bagi pihak kepolisian untuk melakukan penyisiran lebih dalam hingga akhirnya menemukan korban di area hutan dalam kondisi yang memprihatinkan.
Kapolres Banjarbaru melalui Kasi Humas, Ipda Kardi Gunadi, mengonfirmasi bahwa tim gabungan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah jenazah ditemukan untuk mengamankan barang bukti.
Hasil Pemeriksaan Medis
Jenazah HS kemudian dibawa ke RS Ulin Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan forensik. Hasil autopsi sementara menunjukkan bahwa korban mengalami pendarahan hebat akibat benturan benda tumpul di bagian kepala. Petugas medis juga menemukan adanya luka patah tulang di bagian rahang dan tengkuk.
Meski ditemukan dalam kondisi yang tidak wajar, hasil pemeriksaan awal tim forensik menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seksual. Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada dugaan pencurian dengan kekerasan, mengingat barang berharga milik korban seperti telepon genggam dan anting emas dilaporkan hilang.
Polisi Buru Pelaku
Hingga Kamis pagi, jajaran Polsek Banjarbaru Utara bersama tim Resmob Polres Banjarbaru terus bekerja keras melakukan penyelidikan intensif. Petugas tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi serta menelusuri jejak terakhir perjalanan korban sebelum kejadian naas tersebut terjadi.
“Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas dan menangkap siapa pun yang bertanggung jawab atas meninggalnya korban,” tegas Ipda Kardi Gunadi.
Kepergian HS menyisakan kesedihan mendalam bagi rekan kerja di pondok pesantren serta para muridnya yang mengenal korban sebagai sosok yang tekun dan berdedikasi. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar kepada pihak berwajib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *