Jejakborneonews.com, Muara Teweh – Di balik rimbunnya hutan Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, sebuah tragedi memilukan sempat menyelimuti perasaan warga. Namun, titik terang akhirnya muncul. Polres Barito Utara secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam mengungkap tuntas kasus pembunuhan satu keluarga yang menewaskan 5 orang dan menjadi pembicaraan hangat di masyarakat.
Kebenaran di Balik Tragedi
Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolres Barito Utara, Kompol Krisistya Artantyo Octoberna Jumat (1/5/2026) pihak kepolisian meluruskan simpang siur informasi yang beredar di media sosial. Ternyata, akar masalahnya bukanlah perebutan lahan seperti yang ramai dibicarakan, melainkan sebuah luka lama di hati.
Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan menjelaskan bahwa ada empat orang yang telah ditetapkan sebagai pelaku. Ironisnya, mereka masih memiliki ikatan keluarga, yaitu tiga orang kakak beradik dan satu orang ipar.
Bermula dari Konflik Akses Jalan dan Caci Maki
Pemicu utama peristiwa ini adalah penutupan akses jalan menuju kebun milik pelaku oleh korban. Ketegangan yang sudah lama terpendam meledak pada suatu hari Jumat saat kedua belah pihak terlibat cekcok mulut.
Dalam pertengkaran tersebut, para pelaku merasa sakit hati karena orang tua mereka dicaci maki oleh korban. Rasa tidak terima itulah yang kemudian memicu rencana gelap. Pada hari Minggu berikutnya, para pelaku mendatangi pondok korban dan melakukan tindakan yang menghilangkan nyawa satu keluarga tersebut.
Sebenarnya, pihak kepolisian sudah pernah mencoba menengahi konflik ini melalui mediasi di Polsek Benangin I beberapa waktu lalu. Namun sayang, api amarah kembali berkobar hingga berujung pada tindakan kriminal yang sangat disayangkan.
Komitmen untuk Rasa Aman
Kapolres Barito Utara melalui Kasi Humas Iptu Novendra W.P menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk profesionalitas polisi dalam memberikan rasa keadilan. Beliau juga menitipkan pesan menyentuh agar masyarakat tidak mudah percaya pada kabar burung yang belum tentu benar.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian di lingkungannya masing-masing. Dengan tertangkapnya para pelaku, Polres Barito Utara berharap beban duka yang dialami keluarga besar korban sedikit terangkat, sembari memastikan bahwa hukum akan ditegakkan seadil-adilnya. Ary
Polres Barito Utara Ungkap Motif Pembantaian Satu Keluarga di Benangin











