BerandaBerita NasionalBorneo ZoneLintas KalselPeristiwa

Kebakaran di Pasar Ujung Murung Banjarmasin, 7 Bangunan Terdampak

250
×

Kebakaran di Pasar Ujung Murung Banjarmasin, 7 Bangunan Terdampak

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Suasana syahdu waktu Maghrib di kawasan Pasar Ujung Murung tepian sungai Kota Banjarmasin Kalsel mendadak berubah jadi kepanikan luar biasa. Saat warga bersiap menunaikan ibadah, teriakan “Api! Api!” memecah ketenangan warga di lingkungan RT 09, Jumat (13/3/2026).
Hanya dalam hitungan menit, si jago merah mengamuk dan melalap bangunan warga yang sebagian besar berbahan kayu.
Kobaran Cepat dan Suara Ledakan
Kondisi bangunan yang rapat dan terbuat dari kayu membuat api seperti mendapat “bahan bakar” gratis. Ditambah embusan angin sungai, api dengan cepat meloncat dari satu atap ke atap lainnya.
Nurdin warga setempat menceritakan detik-detik mencekam saat ia tiba di lokasi. Api sudah membesar dan menghanguskan apa saja yang ada di depannya.
“Begitu saya datang, api sudah jadi (membesar). Sempat ada suara ledakan dua kali saat bangunan sudah terbakar,” kenang Nurdin.

Tiga Rumah Ludes, Empat Terdampak
Meski warga dan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api, keganasan si jago merah tak terelakkan. Berdasarkan data sementara, dampak kebakaran ini cukup luas:
* 3 Rumah dilaporkan ludes rata dengan tanah.
* 4 Rumah lainnya ikut terdampak (terjilat api di bagian dinding atau atap).
* Total 7 Bangunan menjadi korban dalam musibah ini.
Warga Berkerumun di Sisa Puing
Pasca-api berhasil dikuasai, lokasi kejadian masih dipadati warga. Ada yang datang untuk membantu mengevakuasi barang yang tersisa, namun tak sedikit yang hanya bisa berdiri terpaku menyaksikan puing-puing hitam sisa rumah tetangga mereka.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, musibah di waktu Maghrib ini menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap potensi arus pendek listrik atau kompor yang menyala, terutama pada bangunan berbahan kayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *