Foto:Humres Samarinda
jejakborneonews.com, SAMARINDA – Sebuah insiden kecelakaan air (laka air) nyaris berakibat fatal terjadi di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Jembatan Mahulu, Minggu (25/01/2026) subuh. Sebuah kapal tongkang besar menabrak fender dan pilar penyangga jembatan setelah mengalami kendala teknis.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.10 WITA ini melibatkan TB Marina 1631 yang sedang menarik kapal tongkang BG Marine Power 3066.
Kronologi Kejadian
Kecelakaan bermula saat kapal melintas di bawah Jembatan Mahulu. Diduga karena arus atau beban, tali buoy kapal tersebut tiba-tiba putus. Akibatnya, kapal tongkang kehilangan kendali dan langsung menghantam bagian vital jembatan, yakni pilar dan fender (pelindung pilar).
Mendapat laporan warga, personel Satpolairud bersama Pamapta II Polresta Samarinda langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan situasi.
Respons Cepat Kepolisian
Ipda Reza Setiawan L dan Ipda Yudiansyah memimpin langsung penanganan di lapangan guna memastikan lalu lintas air tetap lancar dan objek vital jembatan tidak mengalami kerusakan lebih parah.
> “Kami bergerak cepat ke TKP untuk pengamanan awal agar tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan arus lalu lintas air maupun konstruksi jembatan,” ujar Ipda Yudiansyah.
>
Pemeriksaan Saksi Tengah Berlangsung
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut. Beberapa poin penting yang sedang ditangani adalah:
* Pemeriksaan Saksi: Kru kapal dan saksi mata sedang dimintai keterangan.
* Pendalaman Penyebab: Menyelidiki kelayakan teknis kapal dan penyebab putusnya tali.
* Imbauan Keselamatan: Polisi meminta pengguna jasa transportasi air lebih waspada terhadap kondisi arus Sungai Mahakam yang dinamis.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Jembatan Mahulu dilaporkan sudah kondusif. Satpolairud Polresta Samarinda berkomitmen menyelesaikan penyelidikan ini secara profesional demi keselamatan publik di jalur perairan. Ary/###











