BerandaBerita NasionalBorneo ZoneEkonomi & BisnisLintas Kalsel

Pesantren Kalsel Tolak MBG, Ini Respon Pemprov

397
×

Pesantren Kalsel Tolak MBG, Ini Respon Pemprov

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Kabar dari perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Jumat (20/2/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, M. Syarifuddin menyambut kedatangan rombongan Komisi IX DPR RI dengan tangan terbuka. Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi ajang “curhat” sekaligus mencari solusi bagi masalah kesehatan dan kerja warga Banua.
Pendekatan “Hati ke Hati” untuk Program Makan Gratis
Nah, yang juga menarik adalah soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ternyata di lapangan masih ada sedikit ganjalan, terutama adanya penolakan dari sebuah pondok pesantren di Kalsel dengan jumlah santri belasan ribu.
Menanggapi hal ini, Sekda mengaku siap melakukan pendekatan yang halus dan santun atau persuasif.
“Kami akan coba datangi pimpinan pondoknya langsung. Kami ingin dengar dari hati ke hati, apa kendalanya? Apa masalahnya? Kalau kita sudah tahu persoalannya, harapannya program makan bergizi ini bisa diterima demi kebaikan para santri kita juga,” ujarnya.

PR Besar Menurunkan Angka Stunting

Salah satu obrolan yang paling hangat adalah soal kesehatan anak-anak kita, yaitu stunting. Sekda mengakui bahwa angka stunting di Kalimantan Selatan memang sudah mulai turun lumayan banyak. Tapi, kita tidak boleh cepat puas.
“Harapan kita, angka stunting bisa ditekan sampai sisa 10 persen saja. Sekarang posisinya masih di kisaran 22 persen. Ini butuh kerja keras dan gotong royong kita semua, bukan cuma tugas satu dinas saja,” ungkap Syarifudin.
Ibarat membangun rumah, Sekda ingin semua pihak—mulai dari pemerintah daerah sampai pusat—ikut memegang palu dan paku agar anak-anak Banua tumbuh sehat dan kuat.
Sinergi Daerah dan Pusat
Melalui kunjungan para wakil rakyat dari Jakarta ini, pemerintah daerah berharap ada jalan keluar bagi masalah ketenagakerjaan dan kesehatan di Kalsel. Dengan sinergi yang kuat, potensi Kalsel yang kaya ini diharapkan bisa dinikmati oleh warganya yang sehat dan terampil. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *