BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHukumLintas KalselPeristiwa

Belasan Remaja Bawa Sajam di Banjarbaru Kocar Kacir Dikejar Warga

310
×

Belasan Remaja Bawa Sajam di Banjarbaru Kocar Kacir Dikejar Warga

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Bulan Ramadan yang seharusnya penuh ketenangan kembali dicoreng oleh ulah sekelompok remaja. Alih-alih mempersiapkan santap sahur atau beribadah, sebanyak 12 remaja di kawasan Bina Putra, Kelurahan Guntung Payung, Landasan Ulin, justru kedapatan membawa berbagai jenis senjata tajam (sajam) yang diduga kuat untuk tawuran, Jumat (20/2) dini hari.
Beruntung, warga sekitar tidak tinggal diam. Aksi nekat para remaja ini berhasil diendus warga sebelum jatuh korban jiwa.
Bawa Samurai Hingga Parang ke Rawa-Rawa
Ketegangan pecah saat warga memergoki gerombolan remaja ini menenteng sajam berukuran besar. Mulai dari samurai, golok, parang, hingga pisau panjang terlihat dibawa oleh mereka. Geram melihat kelakuan yang membahayakan lingkungan tersebut, warga pun beramai-ramai melakukan pengejaran.
Saking takutnya dikejar massa, belasan remaja ini kocar-kacir menyelamatkan diri. Mereka nekat terjun ke arah sungai dan masuk ke semak-semak rawa untuk bersembunyi.
4 Orang Tertangkap, Motor Ditinggal di Semak-Semak
Dalam pengejaran yang dramatis itu, 4 orang remaja berhasil diamankan warga, sementara sisanya berhasil lolos ke dalam kegelapan rawa. Saking paniknya, para remaja ini meninggalkan harta benda mereka begitu saja.
Tercatat ada 4 unit sepeda motor yang ditinggal tergeletak di semak-semak. Tak hanya itu, senjata tajam yang tadinya terlihat gagah dibawa, kini berhamburan di pinggir sungai karena dibuang pemiliknya yang ketakutan.
Diserahkan ke Pihak Berwajib
Warga yang peduli terhadap keamanan lingkungan kemudian menyerahkan 4 remaja tersebut beserta barang bukti berupa sajam dan sepeda motor kepada pihak Kepolisian.
Kejadian ini pun ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Instagram @beritainformasikal dan menuai banyak komentar dari warga yang merasa resah dengan maraknya aksi serupa di bulan suci.
Pesan untuk Para Orang Tua:
Musibah dan kenakalan seperti ini bisa dicegah jika kita lebih peduli.
> “Tolong, bapak dan ibu, perhatikan anak-anak kita. Jika sudah lewat tengah malam apalagi menjelang sahur belum pulang, segera hubungi atau cari. Jangan sampai anak kita menjadi pelaku atau korban kekerasan di jalanan.”
Mari kita jaga kekhusyukan bulan Ramadan di Kota Banjarbaru agar tetap aman dan nyaman bagi siapa saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *