Foto/jejakborneonews.com : Masyarakat Adat Dayak Kalsel demo tolak rencana Taman Nasional Pegunungan Meratus di depan Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru Jumat (15/8/2025)

Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Tokoh adat Dayak dan masyarakat di Pegunungan Meratus serta sejumlah aktivis Walhi dan mahasiswa menggelar demo di depan Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru Jumat (15/82025).
Demo tersebut dalam rangka menolak usulan Taman Nasional Pegunungan Meratus yang dilakukan Pemprov Kalsel ke Kementerian Kehutanan RI. Demo berlangsung lebih dari 3 jam sejak Pukul 14.00 hingga Pukul 17.30 WITA.
Pantauan jejakborneonews.com, Aksi demo dimulai massa dengan ritual adat Dayak Meratus. Kemudian dilanjutkan dengan orasi sejumlah tokoh adat atau perwakilan masyarakat Dayak Meratus dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, Balangan, dan Kabupaten Banjar. Mereka menyatakan tegas penolakan terhadap upaya Pemprov Kalsel untuk menjadikan Taman Nasional Pegunungan Meratus, “Pegunungan Meratus bukan tanah kosong, ada masyarakat adat di dalamnya yang hidup di sana turun temurun,” kata Robi salah satu perwakilan masyarakat Dayak Meratus.
Perwakilan tokoh adat Dayak masing – masing kabupaten juga melakukan orasi, mulai dari Loksado Kabupaten HSS, Paramasan Kabupaten Banjar, Balangan, dan Batang Alai Timur Kabupaten HST.
Petrus dari Loksado HSS menyatakan masyarakat Dayak telah ada turun temurun di hutan pegunungan Meratus. “Kami tak ingin terusir dari tanah adat kami,” katanya.
Setelah orasi dua jam lebih, massa aksi penolakan Taman nasional pegunungan Meratus ditemui langsung Gubernur Kalsel H Muhidin dan Wagub Kalsel Hasnuryadi didampingi Kapolda Kalsel, Danrem Antasari, Danlanud Syamsuddin Noor, Danlanal Banjarmasin dan pejabat lingkup Pemprov Kalsel.
Gubenur kemudian melakukan negosiasi alot dengan massa. Sempat Gubernur Muhidin meninggalkan massa dan kemudian berunding dengan Forkopimda Kalsel. Akhirnya pada petang hari sekitar pukul 17.30 massa membubarkan diri setelah kembali ditemui Gubernur Kalsel. Ary











