Jejakborneonews.com, MUARA TEWEH – Fenomena alam melanda wilayah hulu Kalimantan Tengah. Akibat intensitas hujan yang turun tajam dalam sepekan terakhir, debit air Sungai Barito terus menyusut drastis. Kondisi ini membuat urat nadi transportasi sungai dari Kabupaten Barito Utara hingga Murung Raya nyaris lumpuh bagi kendaraan besar.
Surutnya sungai sepanjang 900 kilometer ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilisasi masyarakat yang mengandalkan jalur perairan.
Debit Air di Titik Tidak Aman
Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, ketinggian air menunjukkan tren menurun setiap jamnya. Dilansir Antaranews Kalteng, Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara melalui petugas UPTD Dermaga Muara Teweh, Syamsu Rizal, mengungkapkan bahwa skala tinggi air (STA) terus merosot.
“Pada Minggu (25/1) siang, ketinggian air berada di angka 2,00 meter, turun dari pagi harinya yang masih 2,10 meter. Ini sudah masuk kategori tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar,” jelas Syamsu.
Kapal Kandas dan Bis Air Berhenti Jalan
Dampak dari fenomena ini mulai terlihat di sepanjang aliran sungai. Beberapa tongkang, baik yang bermuatan penuh maupun kosong, dilaporkan terpaksa bersandar bahkan ada yang kandas di kawasan Teluk Siwak, Kecamatan Montallat.
Tak hanya kapal dagang, transportasi publik pun terkena imbasnya. Bis air yang menjadi angkutan favorit rute Muara Teweh menuju Banjarmasin (Kalsel) terpaksa berhenti beroperasi sementara waktu.
“Kapal angkutan penumpang bis air yang biasanya berangkat setiap hari Kamis kini tidak bisa berlayar karena sungai terlalu dangkal,” tambahnya.
Speedboat Jadi Tumpuan Harapan
Meski kapal besar dan bis air “menyerah” pada kondisi sungai, warga masih memiliki alternatif untuk bepergian. Transportasi kecil seperti speedboat (kapal cepat) terpantau masih beroperasi normal.
Saat ini, speedboat menjadi tumpuan utama masyarakat untuk rute jarak pendek seperti Muara Teweh menuju Buntok maupun ke desa-desa di pinggiran sungai. Warga diimbau untuk terus memantau informasi terkini mengenai kondisi debit air, mengingat cuaca yang masih sulit diprediksi dapat memengaruhi keamanan pelayaran. Ary
Sungai Barito Surut: Kapal Besar Kandas, Bis Air Muara Teweh-Banjarmasin Terhenti











