Borneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Sebulan Terisolasi Banjir! Warga Jejangkit Terharu Sambut Istri Gubernur Kalsel

186
×

Sebulan Terisolasi Banjir! Warga Jejangkit Terharu Sambut Istri Gubernur Kalsel

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews, BARITO KUALA – Sudah sebulan lamanya warga Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola), hidup di tengah kepungan banjir. Di tengah akses jalan yang putus dan aktivitas yang lumpuh, kehadiran Hj. Fathul Jannah, istri Gubernur Kalsel H. Muhidin, membawa secercah harapan bagi warga setempat, Kamis (15/1/2026).
Masyarakat yang didominasi ibu-ibu sudah berkumpul sejak pagi. Meski harus berdiri di tengah genangan air setinggi lutut, mereka antusias menyambut kedatangan sosok yang mereka nantikan.
Terjang Banjir Demi Dialog Langsung
Begitu tiba sekitar pukul 13.55 WITA, Hj. Fathul Jannah langsung turun menemui warga. Tanpa jarak, ia berdialog dan mendengarkan keluh kesah masyarakat yang rumahnya terendam lebih dari sebulan.
“Musibah ini tentu tidak kita harapkan. Mari kita sama-sama sabar dan bertawakal. Semoga air cepat surut agar bapak dan ibu bisa beraktivitas normal kembali,” ujar Hj. Fathul Jannah dengan penuh empati.
Ia menegaskan bahwa bantuan sembako yang dibagikan hari ini adalah amanah langsung dari Gubernur H. Muhidin yang ingin memastikan pemerintah hadir di tengah kesulitan warga.
Warga: “Baru Kali Ini Bantuan Masuk”
Rasa haru tak bisa disembunyikan oleh Kepala Desa Sampurna, Mukhtar. Ia bercerita bahwa wilayahnya cukup terisolasi karena akses darat banyak yang terputus.
“Alhamdulillah, baru kali ini kami mendapat perhatian langsung. Sebelumnya baru sekali ada bantuan dari swasta. Kami sangat berterima kasih Ibu Gubernur mau melihat langsung kondisi kami di ujung Jejangkit ini,” ungkap Mukhtar.
Warsinah (48), salah satu warga, juga mencurahkan isi hatinya. Baginya, bantuan ini sangat berarti karena banjir membuat anak-anak sulit sekolah dan warga sulit bekerja. “Terharu sekali dikunjungi. Kami cuma berharap banjir ini segera lewat,” katanya.
Jejangkit Lumpuh, Transportasi Andalkan Jukung
Camat Jejangkit, Ardian, membeberkan bahwa ada sekitar 2.200 Kepala Keluarga (KK) di 7 desa yang terdampak banjir. Kondisi terparah membuat warga harus menggunakan jukung (perahu kecil) karena jalan utama sudah tak bisa dilewati motor atau mobil.
“Akses jalan putus, ekonomi warga terhambat. Kami terus berkoordinasi dengan provinsi untuk memastikan bantuan logistik dan kesehatan, terutama bagi lansia dan anak-anak, tetap terjaga,” jelas Ardian.
Kunjungan ini diakhiri dengan pembagian paket sembako di dua titik, yakni Desa Sampurna dan Desa Bahandang. Kehadiran istri orang nomor satu di Kalsel ini menjadi penyemangat bagi warga untuk tetap tegar menghadapi cobaan di awal tahun ini. Ary/Adpim Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *