Jejakborneonews.com, BANJARBARU- Suasana Aula Dr. KH Idham Chalid, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, tampak dinamis pada Selasa (7/4/2026). Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, duduk satu meja bersama para Bupati dan Walikota se-Kalsel untuk membedah berbagai persoalan “klasik” hingga strategis yang dihadapi daerah.
Diskusi hangat ini menjadi bagian penting dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kalsel 2026 dalam rangka menyusun rencana kerja tahun 2027.
Satu Meja, Beragam Masalah
Dalam dialog langsung ini, para kepala daerah tak segan menyampaikan “curhatan” terkait kondisi wilayah masing-masing:
Banjir Kiriman: Bupati HSU, Syahrujani, menyoroti masalah banjir tahunan yang kerap datang dari arah Kabupaten Balangan.
Krisis Lahan Sampah: Walikota Banjarmasin, HM Yamin, mengeluhkan keterbatasan lahan TPA di kota seribu sungai.
Akses Jalan & Infrastruktur: Bupati Batola (H. Bahrul Ilmi), Bupati HST (Samsul Rizal), dan Bupati Tabalong (M. Noor Rifani) kompak meminta perbaikan serta pelebaran jalan, termasuk akses menuju kawasan IKN dan keberlanjutan Bendung Kinarum.
Respon Cepat Gubernur: Solusi Sodetan hingga Sinergi Antar-Daerah
Mendengar berbagai aspirasi tersebut, Gubernur H. Muhidin langsung memberikan arahan konkret:
1. Atasi Banjir Banua Anam: Pemprov memprioritaskan pembangunan sodetan untuk mengalirkan debit air menuju Sungai Barito. Proyek besar ini akan dikoordinasikan intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
2. Solusi Sampah Regional: Untuk Banjarmasin, Gubernur menyarankan sinergi lintas daerah. “Pemko Banjarmasin bisa bekerja sama dengan Batola atau Kabupaten Banjar terkait lahan TPA. Gunakan sistem yang saling menguntungkan,” saran beliau.
3. Jemput Bola ke Pusat: Terkait infrastruktur jalan, Gubernur meminta para Bupati segera menyusun proposal ke Kementerian PU. “Buat proposalnya, sampaikan ke pusat, kami (Pemprov) akan bantu kawal,” tegas H. Muhidin.
Pesan Penting: Jangan Hanya Bergantung
Gubernur H. Muhidin mengingatkan bahwa meski anggaran terbatas, aspirasi daerah tetap dipertimbangkan. Namun, beliau menekankan agar Pemerintah Kabupaten/Kota lebih proaktif dan kreatif.
“Pemerintah kabupaten/kota harus bergerak lebih dulu, jangan semata-mata hanya mengandalkan bantuan dari Provinsi atau Pusat,” ujar Gubernur menyemangati para kepala daerah.
Pertemuan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, serta jajaran Forkopimda. Dialog ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang cair antara pemimpin daerah adalah kunci utama untuk mempercepat pembangunan Kalimantan Selatan yang lebih merata. Ary











