Jejakborneonews.com, KANDANGAN – Suasana tenang malam Ramadhan 1447 Hijriah mendadak pecah. Di saat warga lain tengah bersiap untuk santap sahur atau beristirahat usai ibadah malam, sebuah peristiwa memilukan justru terjadi di Ganda, Desa Baluti, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS (Hulu Sungai Selatan) Rabu (11/3/2026) dini hari.
Seorang pria warga Kelurahan Kandangan Kota dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berat tepat di pinggir jalan. Kabar ini pun langsung menyebar cepat dan membuat geger warga banua di media sosial serta grup-grup WhatsApp relawan darurat (Emergency).
Cepat Terungkap, Pelaku Tak Berkutik
Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk mengusut kejadian ini. Kurang dari dua jam setelah peristiwa berdarah itu, jajaran Polsek Kandangan Kota berhasil meringkus terduga pelaku.
Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam, melalui Kasi Humas AKP Purwadi, mengonfirmasi bahwa pelaku berinisial MR (21), pemuda asal Jambu Hilir, sudah diamankan ke kantor polisi.
“Benar, pelaku sudah kami amankan tadi malam juga, sekitar pukul 02.30 Wita,” ungkap AKP Purwadi dikutip laman BanjarmasinPost.
Pisau Tanpa Gagang Jadi Bukti
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau. Uniknya, pisau yang digunakan pelaku ini dalam kondisi tanpa hulu (gagang) maupun kumpang (sarung), yang diduga kuat digunakan untuk melukai korban hingga nyawanya tak tertolong.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami apa yang sebenarnya menjadi pemicu keributan maut tersebut. Motif di balik aksi nekat MR yang tega menghabisi nyawa orang lain di tengah Bulan Suci dan menjelang Lebaran ini masih terus diselidiki.
Duka di Bulan Ramadan
Kejadian ini menyisakan duka mendalam, mengingat saat ini umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa dan bersiap menyambut Idulfitri. Warga menyayangkan adanya aksi kekerasan yang terjadi di saat semua orang seharusnya saling menjaga kedamaian.
Kini, MR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, sementara proses hukum terus berjalan untuk mengungkap detail fakta di balik tragedi di Desa Baluti tersebut. Ary
Perkelahian Berdarah di Kandangan Tewaskan Satu Orang











