BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Pergi Berburu, Petani Hilang di Kebun Sawit Marang Kayu

278
×

Pergi Berburu, Petani Hilang di Kebun Sawit Marang Kayu

Sebarkan artikel ini

Foto/Basarnas Balikpapan

Jejakborneonews.com, KUTAI KARTANEGARA – Nasib apes  menimpa seorang petani sawit sekaligus pemburu bernama Steven Riadi (50). Berniat menyalurkan hobi berburu di area kebun sawit Desa Makarti, Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara, warga Kota Samarinda ini malah dilaporkan hilang dan sampai hari ini, Selasa (10/2/2026). keberadaannya masih jadi teka-teki, diduga akibat tersesat di areal kebun sawit Marang Kayu Kalimantan Timur yang sangat luas.

Penyisiran Sampai Radius 8 Kilometer

Tim SAR Gabungan nggak main-main dalam pencarian hari ketiga ini. Sejak jam 07.15 WITA, tim langsung “gas pol” menyisir area seluas kurang lebih 120 km². Wilayah pencarian dibagi jadi dua sektor biar lebih teliti, meliputi semak belukar sampai kedalaman kebun sawit yang luas banget.

Namun sayangnya, meski sudah mutar-mutar sejauh 8 kilometer dari lokasi terakhir korban terlihat, hasilnya masih nihil. Sampai matahari terbenam pun, belum ada tanda-tanda baju atau perlengkapan berburu milik korban yang ditemukan.

Kesusahan Sinyal & Jalanan ‘Bubur’

Bukannya nggak mau cepat, tapi medan di Marang Kayu kali ini benar-benar menguji kesabaran tim di lapangan. Ada beberapa kendala yang bikin tim SAR harus putar otak:

* Akses Jalan: Jalanan di kebun sawit susah banget dilewati kendaraan, apalagi habis diguyur hujan ringan.

* Sinyal Putus-Nyambung: Komunikasi antar tim jadi terhambat karena sinyal di sana timbul-tenggelam bak perasaan si dia.

* Cuaca: Hujan rintik-rintik bikin pencarian makin menantang dan licin.

Lanjut Lagi Besok Pagi!

Karena hari sudah gelap, pencarian terpaksa distop sementara pukul 17.00 WITA. Tim SAR sekarang lagi istirahat dan bikin posko di Mess Pegawai Kebun Sawit buat nyusun strategi baru.

> “Kami tetap komitmen cari Pak Steven. Besok pagi jam 07.00 WITA, tim bakal gerak lagi di hari keempat. Mohon doa dari warga semua supaya ada titik terang,” tulis info dari Kantor SAR Balikpapan.

Pesan buat kita semua: Buat dingsanak yang hobi berburu atau masuk hutan, tolong jangan sendirian dan selalu bawa alat komunikasi atau penanda jalan ya. Hutan dan kebun sawit yang luas seringkali bikin kita bingung arah kalau sudah terlalu jauh masuk ke dalam. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *