BerandaBorneo ZoneHukumPeristiwa

Pencari Besi Tua di Kutai Barat Dibunuh Teman

186
×

Pencari Besi Tua di Kutai Barat Dibunuh Teman

Sebarkan artikel ini

foto/Polres Kubar
Jejakborneonews.com, KUTAI BARAT – Warga  Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat Kaltim mendadak geger. Rofi’i (37), seorang pria yang sehari-harinya dikenal gigih mencari besi tua, ditemukan tutup usia dengan cara yang sangat tragis. Bukan karena sakit, nyawa Rofi’i melayang di tangan rekan sendiri demi uang jutaan rupiah.
Kronologi: Berawal dari Ajakan “Cuan” Berujung Maut
Semua bermula pada Rabu malam (25/2/2026). Saat itu, suasana rumah Rofi’i tampak biasa saja sampai seorang rekannya  berinisial Bdn (34) warga Kampung Penawai Kecamatan Bongan datang menjemput. Rayuannya maut: Bdn mengajak Rofi’i  pergi membeli tembaga—barang yang tentu jadi “emas” bagi seorang pencari besi tua.
Tanpa rasa curiga, Rofi berangkat. Namun, itu jadi terakhir kalinya keluarga melihat Rofi dalam keadaan sehat. Hingga hari berganti, Rofi tak kunjung pulang. Gelisah menyelimuti keluarga, hingga akhirnya laporan kehilangan masuk ke meja Polsek Bongan pada Kamis (26/2).
Gerak Cepat Polisi Endus Jejak Pelaku
Kapolres Kutai Barat  melalui Kapolsek Bongan, Iptu Muhammad Ridwan, langsung mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan. Titik terang mulai muncul saat polisi menemukan motor milik korban, tapi anehnya, motor itu sudah berpindah tangan alias digadaikan.
Polisi  curiga setelah menemukan motor korban yang ternyata sudah digadaikan pelaku senilai Rp500 ribu.
Polisi tak butuh waktu lama. Pada Jumat malam (27/2) sekitar pukul 23.30 Wita, Bdn berhasil diciduk di tempat persembunyiannya. Setelah diinterogasi “hati ke hati” oleh petugas, nyali pelaku ciut dan ia mengakui perbuatan kejinya.
Uang Rp4,5 Juta dan Nyawa yang Melayang
Skenario jahat pelaku terungkap. Rofi’i ternyata tidak dibawa ke tempat penjual tembaga, melainkan digiring ke area sepi di kebun sawit Kampung Penawai. Di sana, tanpa ampun, pelaku memukul kepala korban sebanyak empat kali menggunakan balok kayu hingga korban tak berdaya.
Motifnya murni harta. Pelaku menggasak:
* Uang tunai Rp4,5 juta milik korban.
* Ponsel (HP) korban.
* Motor korban (yang kemudian digadaikan).
Jasad korban kemudian disembunyikan di area rawa untuk menghilangkan jejak. Baru pada Sabtu siang (28/2), pelaku menunjukkan lokasi pembuangan tersebut kepada polisi, dan jenazah Rofi’i akhirnya berhasil dievakuasi.
Catatan Penutup:
Saat ini, Bdn sudah mendekam di balik jeruji besi Polsek Bongan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini jadi pengingat bagi kita semua untuk tetap waspada, bahkan kepada orang yang kita kenal sekalipun. Ary/berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *