Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Provinsi Kalsel diharapkan diguyur hujan dalam beberapa hari mendatang. Pasalnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) rencana melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari ke depan.
Adapun tujuan modifikasi cuaca dalam rangka mencegah terjadi Karhutla. Kegiatan OMC ini dilakukan sesuai usulan Gubernur Kalsel H Muhidin yang meminta bantuan modifikasi cuaca guna pengendalian Karhutla.
Pelaksanaan OMC dimulai pada Kamis 14 Agustus 2025, Adapun daerah pertama yang bakal dilakukan OMC atau areal semai adalah wilayah Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu. Pihak BMKG menabur garam sebanyak 800 kilogram dalam sehari penyemaian.
Plt Kepala BPBD Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai melalui Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi mengatakan kegiatan OMC di Kalsel adalah langkah strategis yang diusulkan Gubernur H Muhidin dalam rangka pencegahan Karhutla sejak dini. “Gubernur Kalsel H Muhidin mengapresiasi kegiatan OMC yang dilaksanakan BMKG dengan dukungan BNPB serta TNI AU Lanud Syamsuddin Noor. Gubernur berharap pelaksanaan OMC dapat menekan terjadinya Karhutla di berbagai daerah khususnya di wilayah sekitar Bandara Syamsuddin Noor,,” katanya saat dikonfirmasi Jejakborneonews.com, Kamis (14/8/2025).
Menurut Bambang, OMC di Kalsel juga merupakan inisiasi Kementrian Lingkungan Hidup. “Pada saat rakor pengendalian karhula di Kalsel Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menaruh perhatian besar untuk mengurangi risiko karhutla di Kalsel, maka Kementerian LH membantu melalui kegiatan OMC bekerja sama dengan BMKG, BNPB dan stake holder,” ungkapnya.
OMC pernah dilakukan di Kalsel pada awal tahun 2025 lalu. Saat itu berhasil mencegah terjadinya banjir di wilayah daratan
Bambang mengatakan, kegiatan OMC merupakan salah satu bentuk upaya mitigasi yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi dampak dan potensi bencana baik Karhutla hingga banjir.
Smeentara Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Edison Kurniawan dalam keterangan kepada media, menyebut operasi Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan menggunakan pesawat Casa dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang didukung penuh Lanud Sjamsudin Noor. “Terbang dua kali dalam sehari dengan menabur sebanyak 800 kilogram NaCl garam,” katanya.
BMKG memilih saat ini untuk modifikasi cuaca berdasarkan potensi ketersediaan awan di wilayah Kalsel.
Sehingga ketika ditabur garam yang berfungsi menyerap uap air di atmosfer maka semakin berat dan terbentuk awan yang diharapkan bisa terjadi hujan.
“OMC adalah upaya pencegahan supaya tidak terjadi karhutka karena dengan hujan maka lahan menjadi basah tentu sulit api menyala,” ujarnya.
Edison mengungkap hasil monitoring tinggi muka air tanah pada lahan gambut pada 13 Agustus 2025 masih potensi tinggi terjadi karhutla. Ary











