Foto/ist
Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Warga di sekitar Jalan Veteran Gang 5 Sejati, Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah, mendadak gempar pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Di tengah sunyinya malam, sekitar pukul 01.30 WITA, sesosok jasad pria ditemukan mengapung di aliran Sungai Veteran.
Penemuan ini terbilang tak biasa dan cukup ikonik karena jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi masih mengenakan helm di kepalanya.
Helm yang Bikin Penasaran
Awalnya, warga dan relawan yang melintas sempat ragu melihat benda yang mengapung di sungai tersebut. Namun, setelah salah seorang relawan mencoba memastikan dan memeriksa lebih dekat, barulah jelas terlihat bahwa itu adalah helm yang masih melekat di kepala seorang pria yang sudah tak bernyawa.
“Setelah dicek lebih dekat, memang benar mayat dan helmnya masih terpasang,” ujar salah satu warga di lokasi.
Dalam waktu singkat, kerumunan warga langsung memadati pinggiran sungai. Tak lama kemudian, pihak kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan situasi, sementara tim relawan gabungan langsung berjibaku mengevakuasi jasad tersebut ke daratan.
Identitas Terungkap, Ada Sajam di Dekat Tubuh
Ada fakta menarik saat proses evakuasi berlangsung. Petugas menemukan sebilah senjata tajam (sajam) di sekitar tubuh korban. Belum diketahui pasti apakah sajam tersebut milik korban atau ada kaitannya dengan penyebab kematiannya.
Dari hasil pemeriksaan identitas di kantong pakaian korban, diketahui pria tersebut bernama Syahrul (40). Ia tercatat sebagai warga Jalan Teluk Tiram Darat RT 06 Gang Pendamai, Kelurahan Telawang, Banjarmasin Barat.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Meski identitas sudah dikantongi, teka-teki penyebab Syahrul berakhir di sungai dengan helm yang masih terpasang masih menjadi misteri. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi apakah korban merupakan korban kecelakaan, tindak kriminal, atau penyebab lainnya.
Jasad korban kini telah dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan guna mengungkap peristiwa berdarah di “Kota Seribu Sungai” ini. Ary











