Teks Foto 1
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi M menyerahkan surat Gubernur Kalsel perihal usulan bantuan operasional Heli kepada Kepala Subdirektorat Dukungan Pengerahan Logistik dan Peralatan, Prastato Hendarsanto, di Kantor BNPB Jakarta, Senin (16/6/2025).

Teks Foto 2
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi M menyerahkan surat Gubernur Kalsel perihal usulan bantuan OMC kepada Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo, didampingi Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca Edison Kurniawan, Selasa (17/6/2025).
Jakarta, jejakborneonews – Gubernur Kalsel H Muhidin mengambil langkah strategis sejak dini guna menghadapi Karhutla pada puncak musim kemarau tahun 2025 yang diprediksi terjadi pada Juli – Agustus. Selain kesiapsiagaan personel dan peralatan di lapangan serta kegiatan mitigasi secara intens, Gubernur Kalsel juga mengusulkan bantuan helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam usulan bantuan tersebut, Gubernur mengusulkan bantuan sebanyak lima buah helikopter water bombing dan dua helikopter patroli, serta dilakukan operasi modifikasi cuaca.
Surat usulan bantuan diserahkan
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, didampingi Kasubid Pencegahan Suriansyah.di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (16/6/2025) lalu.
Surat Gubernur Kalsel diterima Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto melalui Kepala Subdirektorat Dukungan Pengerahan Logistik dan Peralatan, Prastato Hendarsanto.
Ia memberikan apresiasi langkah antisipatif Gubernur Kalsel tersebut. Ini merupakan sebuah langkah konkret kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana karhutla, seiring perubahan musim hujan ke musim kemarau.
Ia menyebut meski Kalsel belum menetapkan status darurat namun langkah tersebut patut diapresiasi karena pemerintah daerah sudah mempersiapkan secara dini langkah antisipasi.
Menurutnya, dukungan infrastruktur stategis dari pemerintah untuk mitigasi bencana karhutla sangat penting.
Pasalnya, bencana kabut asap akibat karhutla berdampak signifikan bagi semua sektor kehidupan., baik secara sosial, kesehatan dan perekonomian.
Menurut Prastato, semua aktivitas masyarakat akan mengalami gangguan jika kebakaran hutan dan lahan tidak dikendalikan secara masif.
‘Mitigasi dengan penanganan konvensional melalui jalur darat tidak cukup efektif bila tidak melalui cara lain, salah satunya melalui jalur udara dengan bantuan heli,” terangnya.
Prastato.menyarankan meski potensi hujan di Kalsel masih terjadi namun karena memasuki musim kenarau penting dilakukan operasi.modifikasi cuaca (OMC).
“Langkah ini sangat penting untuk meninggikan tingkat permukaan air pada sumber air yang masih tersedia seperti bendungan, saluran irigasi skunder. pintu pintu irigasi dan embung,” terangnya.
Prastato mengingatkan, OMC tidak akan efektif bila dilakukan pada saat puncak kenarau. Pasalnya pertumbuhan awan pada saat itu sudah sangat minim bahkan berpotensi terjadi kegagalan.
Di tempat terpisah, langkah cepat Gubernur Kalsel memgusulkan Heli dan OMC juga diutarakan Direktur Operasional Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Budi Harsoyo, dan Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca Edison Kurniawan.
Kedua pejabat BMKG ini menila upaya tersebut adalah sebuah langkah kemajuan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana Karhutla dan kekeringan.
Ditemui di Kantor BMKG Selasa (17/6/2025) pagi, Budi menjelaskan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan efektif jika memenuhi beberapa kondisi. Kondisi-kondisi tersebut meliputi adanya, awan potensial hujan yang memadai, data meteorologi yang lengkap, serta dukungan infrastruktur dan perizinan.
Budi berjanji akan menindaklanjuti secara cepat dan terukur.perihal.usulan OMC dari Gubernur Kalsel. Ini karena berdasarkan data BMKG masih ada awan potensial di langit Kalsel
Ditambahkan Edison Kurniawan, Kalsel merupakan salah satu daerah dari enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla dari pemerintah.
Provinsi itu adalah Riau, Sumatera Selatan, Jambi , Riau Kalsel, Kalteng dan Kalbar.
Sementara Kabid Kesiapsoagaan Bencana Bambang Dedi Mulyadi mengatakan Pemprov Kalsel menjadi salah satu daerah yang dinilai cukup berhasil dalam menangani bencana dalam beberapa tahun terakhir.
Gubernur Kalsel H Muhidin dan Wagub Hasnuryadi Sulaiman terus berikhtiar kuat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pencegahan kesiapsiagaan bencana.
Kerja keras melalui pola kolaborasi itu membuahkan hasil. Di antaranya Kalsel saat ini memiliki dokumen dokumen penting mitigasi bencana, meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) selama beberapa tahun terakhir serta berhasil menurunkan angka Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Kalsel.
Berdasarkan data BNPB, IKD Kalsel tahun 2022 diangka 0 46 Poin. Tahun 2023 diangka 0,53 Poin dan Tahun 2024 diangka 0,55 Poin. Sedang IRB Tahun 2023 diangka 129, 12 Poin dan tahun 2024 diangka 122, 19 Poin.
Lebih jauh Bambang mengatakan pihaknya berharap pemerintah pusat (BNPB) menyetujui usulan tersebut sebagai upaya penanggulangan bencana karhutla secara dini. BMKG Kalsel mencatat sepanjang 2025 sudah terpantau ratusan titik api di sejumlah wilayah Kalsel. Advertorial











