BerandaBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Kru Kapal Tenggelam di Sungai Meriam Anggana

253
×

Kru Kapal Tenggelam di Sungai Meriam Anggana

Sebarkan artikel ini

Foto/Polres Kutai Kartanegara
Jejakborneonews.com, ANGGANA – Suasana tenang di dermaga perairan Sungai Mahakam wilayah Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kaltim mendadak berubah menjadi kepanikan pada Jumat (20/3/2026) dini hari. Seorang kru kapal dilaporkan tenggelam setelah mengalami insiden nahas saat hendak kembali ke kapalnya.
Korban diketahui berinisial AO (34), yang menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) di Kapal Mahkota I. Pria ini menghembuskan napas terakhirnya setelah terjatuh dari dermaga di kawasan Marindo Dog 1 sekitar pukul 02.50 WITA.
Detik-Detik Kejadian yang Tak Terduga
Kejadian ini bermula saat AO baru saja kembali dari warung dengan meminjam sepeda motor milik petugas keamanan setempat. Setibanya di Pos 2, ia berjalan kaki menyusuri dermaga untuk menyeberang menuju kapal tempatnya bekerja.
Namun, malang tak dapat ditolak. Saat hendak melangkah, kaki korban diduga menginjak ban pelampung dermaga yang tidak stabil. Kondisi sandaran yang licin membuat pegangan tangannya pada besi pengaman terlepas, hingga akhirnya ia terjatuh ke dalam sungai yang gelap.
Saksi mata di lokasi sempat berteriak memanggil nama korban, namun tak ada sahutan maupun tanda-tanda AO muncul ke permukaan air.
Gerak Cepat Polsek Anggana dan Warga
Mendapat laporan darurat, jajaran Polsek Anggana tidak membuang waktu. Regu piket yang dipimpin Aiptu Hasbi langsung meluncur ke lokasi kejadian. Bersama warga dan petugas keamanan perusahaan, mereka bahu-membahu melakukan penyisiran di sekitar titik jatuhnya korban.
Kapolsek Anggana, IPTU I Komang Mahendra Putra, mengonfirmasi bahwa pencarian berlangsung intens namun singkat berkat kesigapan semua pihak.
> “Berkat bantuan warga dan kesigapan anggota di lapangan, tubuh korban berhasil ditemukan sekitar pukul 04.30 WITA, tidak jauh dari lokasi awal jatuhnya,” ujar IPTU I Komang Mahendra Putra.
>
Imbauan Keselamatan
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pekerja di wilayah perairan agar selalu ekstra waspada, terutama saat beraktivitas di area dermaga pada malam hari atau dalam kondisi licin.
Kini, jenazah korban telah dievakuasi untuk proses lebih lanjut. Pihak kepolisian pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *