BerandaBorneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Innalillahi, Remaja Di Cempaga Hulu Ditemukan Gantung Diri

214
×

Innalillahi, Remaja Di Cempaga Hulu Ditemukan Gantung Diri

Sebarkan artikel ini

Foto/Humres Kotim
Jejakborneonews.com, SAMPIT – Kesunyian di Dusun Serawak, Desa Selucing, mendadak pecah menjadi tangis histeris. Seorang remaja berinisial ATR (17) ditemukan tak bernyawa di kediamannya, Perumahan Estate SDME, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur, Rabu (14/01/2026) sore.
Kepergian pemuda yang masih sangat muda ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang betapa rapuhnya kehidupan di balik pintu rumah yang tenang.
Detik-detik Kepulangan yang Memilukan
Kejadian ini terungkap saat orang tua ATR melangkah pulang ke rumah sekitar pukul 16.35 WIB. Alih-alih disambut senyuman sang anak, mereka justru dihadapkan pada pemandangan yang menghancurkan hati. ATR ditemukan tergantung di kusen pintu kamarnya.
Dalam kepanikan dan sisa harapan, orang tua korban berteriak meminta pertolongan. Tetangga yang mendengar jeritan itu segera berdatangan dan dengan sigap menurunkan tubuh ATR, berharap detak jantungnya masih ada. Namun takdir berkata lain; remaja itu telah pergi untuk selamanya.
Olah TKP dan Penjelasan Kepolisian
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zukarnain melalui Kasi Humas AKP Edy Wiyoko menjelaskan bahwa pihak Polsek Cempaga Hulu segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan dari pihak perusahaan (PT WNL).
“Saat personil tiba, korban sudah dibaringkan di ruang tengah oleh pihak keluarga. Dari hasil olah TKP, ditemukan seutas tali nilon dan sebuah kotak salon yang diduga menjadi pijakan terakhir korban,” ujar AKP Edy Wiyoko, Jumat (16/01).
Berdasarkan pemeriksaan medis dari Puskesmas Pundu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Bekas memar di leher memperkuat indikasi bahwa ATR meninggal murni akibat tindakan mengakhiri hidup sendiri.
Keluarga Ikhlas Lepas Kepergian Sang Anak
Di tengah suasana duka yang menyelimuti rumah duka di Blok 35 Divisi II, pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah yang sangat berat.
> “Keluarga secara tulus telah mengikhlaskan kepergian korban. Mereka meminta agar tidak dilakukan otopsi dan tidak menuntut secara hukum,” tambah Kasi Humas.

Kini, hunian di pelosok Cempaga Hulu itu terasa lebih sepi. Kepergian ATR menjadi duka kolektif bagi masyarakat setempat, sekaligus sebuah pesan sunyi tentang pentingnya perhatian lebih terhadap kondisi psikologis orang-orang terdekat di sekitar kita. Ary/Humres Kotim

Catatan Penting untuk Pembaca:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, mengalami depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segeralah mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan konseling kesehatan mental terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *