BerandaBerita NasionalBorneo ZoneEkonomi & BisnisLintas Kalsel

Gubernur Minta Bank Kalsel Permudah Pinjamkan Modal

289
×

Gubernur Minta Bank Kalsel Permudah Pinjamkan Modal

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, punya harapan besar untuk bank kebanggaan warga Banua, Bank Kalsel. Usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (4/3/2026), orang nomor satu di Kalsel ini menitipkan pesan penting: Bank Kalsel harus makin dekat dan makin mudah diakses oleh rakyat.
Dalam rapat tersebut, diputuskan sejumlah langkah strategis agar kinerja Bank Kalsel makin kinclong dan layanannya makin luas menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Pinjam Modal Jangan Dibuat Ribet
Salah satu poin utama yang ditekankan Gubernur Muhidin adalah soal kemudahan urusan pinjam-meminjam modal. Beliau ingin Bank Kalsel menjadi solusi nyata bagi warga maupun pelaku usaha yang butuh suntikan dana untuk berkembang.
“Saya sarankan kepada Bank Kalsel supaya mempermudah masyarakat yang mau pinjam dana. Tentu tetap harus sesuai aturan dan syarat yang ada, tapi jangan dibuat sulit,” ujar Muhidin dengan gaya khasnya yang lugas.

Menurut beliau, kalau akses modal gampang, ekonomi warga di Kalimantan Selatan pasti bakal ikut bergerak naik.
Gaya “Jemput Bola” ke Pengusaha
Gubernur Muhidin juga meminta jajaran direksi Bank Kalsel untuk tidak hanya duduk manis di belakang meja menunggu nasabah datang. Beliau mendorong pihak bank untuk aktif turun ke lapangan, alias melakukan aksi “jemput bola”.
Targetnya bukan cuma pengusaha lokal, tapi juga para investor dari luar daerah yang menanamkan modalnya di Kalsel. “Kita minta direksi proaktif. Datangi pengusaha-pengusaha itu, tawarkan kerja sama. Jangan nunggu bola, tapi datangi bolanya,” tegasnya.
“Sehat Saja Tak Cukup, Harus Kuat Bersaing”
Kabar baiknya, Gubernur memastikan bahwa saat ini kondisi keuangan Bank Kalsel dalam keadaan yang sangat sehat dan aman. Jadi, warga tidak perlu was-was atau ragu untuk menabung maupun mengajukan kredit di sana.
Namun, Gubernur memberikan perumpamaan yang menarik soal masa depan bank daerah ini.
“Kalau cuma sehat, itu ibarat orang yang cuma bisa jalan kaki. Kita ingin Bank Kalsel tidak sekadar sehat, tapi juga harus kuat. Kalau sudah kuat, baru bisa lari kencang dan bersaing dengan bank-bank besar lainnya di tingkat nasional,” tutup Muhidin penuh optimisme.
Penutup:
Dengan semangat “Jemput Bola” dan kemudahan akses bagi warga, Bank Kalsel diharapkan bukan lagi sekadar tempat menyimpan uang, tapi menjadi mitra sejati bagi kemajuan ekonomi urang Banua. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *