BerandaEkonomi & BisnisHumanioraLintas KalselPeristiwa

Gubernur Kalsel Resmikan Dermaga Pasar Terapung TMII

109
×

Gubernur Kalsel Resmikan Dermaga Pasar Terapung TMII

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, JAKARTA – Suasana khas Sungai Martapura seolah berpindah ke jantung ibu kota. Sabtu (11/4/2026), Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah, meresmikan Dermaga Pasar Terapung Air Tawar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita ini bukan sekadar seremoni fisik, melainkan simbol hadirnya “napas” kebudayaan Banua di kancah nasional.
Menjaga Warisan Kesultanan Banjar
Dalam sambutannya yang hangat, Gubernur H. Muhidin menekankan bahwa Pasar Terapung bukan sekadar objek wisata, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat Banjar yang telah ada sejak masa Kesultanan Banjar.
“Melalui dermaga ini, kita ingin masyarakat luas mengenal lebih dekat kekayaan budaya sungai kita. Ini adalah penegasan bahwa identitas *Urang Banjar* tetap lestari dan kini menjadi bagian penting dari simpul warisan budaya sungai di Indonesia,” ujar H. Muhidin.

Beliau berharap, miniatur kehidupan sungai di TMII ini dapat memantik rasa penasaran pengunjung untuk datang langsung ke lokasi aslinya, seperti di Lok Baintan, guna merasakan sensasi autentik bertransaksi di atas perahu atau jukung.
Sinergi dan Apresiasi Nasional
Langkah nyata Pemprov Kalsel dalam mempromosikan budaya ini mendapat apresiasi tinggi dari Restu Gunawan, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI. Ia menilai Kalsel sebagai contoh teladan dalam pengembangan dan pemanfaatan budaya daerah.
“Kami berharap ke depan ada warisan budaya tak benda dari Kalsel yang bisa kita usulkan hingga ke level UNESCO,” ungkapnya optimis.
Pembangunan dermaga ini sendiri merupakan buah manis sinergi antara pemerintah dan dunia perbankan melalui program TJSL Bank Kalsel, membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan dukungan korporasi.
Kehangatan “Mawarung” dan Geliat Ekonomi Kreatif
Sisi humanis terpancar saat Gubernur H. Muhidin dan Hj. Fathul Jannah berinteraksi langsung dengan para pedagang. Keduanya tampak akrab bercengkerama sambil membeli buah-buahan dan wadai (kue) tradisional yang dijajakan oleh para *”Acil wan Paman”* dari atas jukung.
Tak hanya itu, Hj. Fathul Jannah yang juga menjabat Ketua Dekranasda Kalsel, meninjau langsung stan UMKM yang memamerkan produk unggulan daerah. Di bawah tema *”Pesona Pasar Terapung, Lestarikan Budaya, Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan,”* acara ini turut dimeriahkan dengan:
– Pertunjukan Seni Tradisional Banjar yang memukau.
– Fashion Show Wastra Banua yang menampilkan keindahan kain khas Kalsel.
– Kuliner “Mawarung”  yang memanjakan lidah pengunjung dengan cita rasa otentik.
– Silent Cinema  yang menyajikan visualisasi estetik tentang Banua.
Ajakan Meramaikan Banua di Jakarta
Menutup rangkaian acara, Gubernur mengajak seluruh Bupati, Wali Kota, dan Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel untuk aktif menghidupkan dermaga ini. Beliau ingin setiap pekannya ada aktivitas seni dan budaya di TMII agar identitas Kalsel semakin melekat di hati warga Jakarta maupun wisatawan mancanegara.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut pimpinan Forkopimda Kalsel, di antaranya Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kajati Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kabinda, Kepala BNNP, Danlanal, serta Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.
Dengan resminya dermaga ini, Kalimantan Selatan tidak hanya memindahkan fisik bangunan, tetapi juga membawa keramahan, semangat dagang, dan kebanggaan budaya sungai ke panggung dunia.(Rin/Adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *