BerandaBorneo ZoneLintas KalselPeristiwaPolitik

Gubernur Kalsel Raih Pembina Terbaik Nasional Pengelolaan Sampah 2026

169
×

Gubernur Kalsel Raih Pembina Terbaik Nasional Pengelolaan Sampah 2026

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, JAKARTA – Kabar datang dari ibu kota untuk seluruh warga Banua! Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, baru saja dinobatkan sebagai Pembina Terbaik Nasional dalam urusan pengelolaan sampah tahun 2026.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam acara Rakornas Pengelolaan Sampah di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman Terima Langsung Pialanya
Karena kesibukan agenda daerah, penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman. Tak sendirian, Bang Hasnur—sapaan akrab beliau—hadir bersama empat bupati dari Kalsel yang juga sukses membawa pulang penghargaan untuk daerahnya masing-masing.
“Alhamdulillah, hari ini ulun (saya) mewakili Bapak Gubernur H. Muhidin menerima penghargaan ini. Ini adalah bukti keberhasilan beliau membina kabupaten/kota di Kalsel menuju daerah yang bersih,” ucap Hasnuryadi dengan penuh syukur.
Empat Kabupaten Jadi Pelopor, Yang Lain Menyusul!
Di momen Hari Sampah Nasional 2026 ini, ada empat kabupaten di Kalsel yang tampil gemilang dan meraih penghargaan, yaitu:
* Tanah Bumbu
* Hulu Sungai Selatan (HSS)
* Hulu Sungai Tengah (HST)
* Tabalong
Bang Hasnur berharap, prestasi empat daerah ini bisa menular ke kabupaten/kota lainnya di Kalsel. “Harapannya tahun depan semua daerah di Kalsel bisa dapat penghargaan yang sama. Kita ingin Kalsel benar-benar bersih!” tambahnya.
Pesan Presiden Prabowo: Indonesia Darurat Sampah!
Dalam acara tersebut, Menteri LH Hanif Faisol mengingatkan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto. Ternyata, Indonesia saat ini sedang dalam kondisi “Darurat Sampah” dengan tumpukan mencapai 141 ribu ton per hari!
Pemerintah pusat menargetkan di tahun 2026 ini, pengelolaan sampah harus digenjot sampai 63 persen. Makanya, daerah diminta jangan kasih kendor soal edukasi ke warga dan operasional fasilitas pengolahan sampah.
“Kita minta dukungan seluruh masyarakat Banua. Ayo kita kelola sampah dengan baik demi mewujudkan Indonesia yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah),” ajak Wagub Hasnuryadi.
Menuju 2029 Tanpa Tumpukan Sampah Terbuka
Target besarnya, di tahun 2029 nanti tidak boleh ada lagi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang hanya sekadar menumpuk sampah secara terbuka (open dumping). Semua harus dikelola dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Acara Rakornas ini sendiri dihadiri oleh banyak tokoh penting Kabinet Merah Putih, mulai dari Menko Pangan Zulkifli Hasan hingga Mendagri Tito Karnavian. Semuanya sepakat: urusan sampah adalah urusan kita bersama dari hulu sampai ke hilir. Ary/Adpim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *