BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHukumPeristiwa

Dua Teknisi Gadungan Sikat Baterai Menara Telkomsel di Samarinda

78
×

Dua Teknisi Gadungan Sikat Baterai Menara Telkomsel di Samarinda

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, SAMARINDA – Ada-ada saja ulah dua pria di Samarinda ini untuk mengelabuhi warga. Berbekal helm keselamatan, rompi proyek, hingga kartu nama dada (nametag), EH dan MA sukses meyakinkan orang di sekitar bahwa mereka adalah petugas resmi yang sedang sibuk melakukan perawatan menara telekomunikasi.
Namun, alih-alih memperbaiki jaringan, keduanya justru sibuk mengangkut sembilan unit baterai menara milik PT Telkomsel di kawasan Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
Penyamaran yang Nyaris Sempurna
Aksi pencurian ini terbilang cukup berani dan terencana. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa kedua pelaku sengaja berdandan ala pekerja proyek agar tidak memancing kecurigaan warga maupun petugas keamanan.
“Mereka menggunakan atribut lengkap; mulai dari helm safety, rompi, sarung tangan, sampai sepatu khusus. Tujuannya supaya masyarakat mengira mereka teknisi resmi yang sedang pemeliharaan rutin,” ujar Hendri saat merilis kasus ini di Markas Polresta Samarinda, Selasa (10/3/2026).
Usut punya usut, akting mereka yang terlihat sangat profesional itu bukan tanpa alasan. Salah satu pelaku, EH, ternyata merupakan mantan teknisi di sebuah perusahaan swasta yang memang biasa menangani perawatan menara. Itulah mengapa ia sangat paham detail atribut hingga cara membongkar perangkat di dalam menara.
Kejadian di Kamis Petang
Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026, sekitar pukul 18.35 WITA. Lokasi sasarannya adalah menara pemancar Mitratel SMR di Kecamatan Sungai Kunjang. Memanfaatkan suasana menjelang malam, keduanya dengan tenang membongkar dan menggasak sembilan unit baterai dari sana.
Sayangnya bagi EH dan MA, sepandai-pandainya mereka “bermain peran”, jejak mereka tetap tercium pihak kepolisian. Tim dari Polresta Samarinda akhirnya berhasil meringkus keduanya sebelum barang bukti tersebut hilang lebih jauh.
Kini Berakhir di Balik Jeruji
Kini, seragam rompi dan helm proyek yang mereka gunakan sebagai alat penyamaran telah disita polisi sebagai barang bukti, bersanding dengan sembilan unit baterai yang mereka curi. Keduanya pun harus menanggalkan atribut proyek palsu mereka dan menggantinya dengan baju tahanan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan berani menanyakan surat tugas jika melihat aktivitas mencurigakan di area fasilitas umum, meskipun para pekerjanya terlihat menggunakan atribut lengkap.
Punya pengalaman melihat “petugas” mencurigakan di lingkungan Anda? Tetap waspada, ya! Ary/###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *