Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Kabar buat para pekebun karet di Kalimantan Selatan! Pemerintah Provinsi Kalsel lewat Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) lagi “turun gunung” ke lapangan. Tujuannya: memastikan bibit karet yang sampai ke tangan petani adalah bibit karet kualitas jempolan, bukan bibit abal-abal.
Langkah tegas ini diambil untuk mendukung program bernama BANGSIBUN BAKARET (Pengembangan Korporasi Pekebun Berbasis Kawasan Karet). Intinya, pemerintah pengen kebun karet rakyat makin produktif dan hasilnya laku keras di pasar.
Bibit Diperiksa Layaknya “Cek Kesehatan”
Bukan asal bibit, petugas dari UPTD Balai Pengawasan, Sertifikasi Benih, dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BPSBPTP) Kalsel melakukan pemeriksaan super ketat. Mereka baru saja mengecek bibit karet okulasi (Klon IRR 112) yang siap dibagikan.
Apa saja yang dicek? Ternyata sedetail itu, lho! Mulai dari:
* Tinggi daunnya harus pas.
* Batang tunasnya harus kuat.
* Warna daun dan kesehatan tanamannya harus segar.
* Sampai ukuran polibagnya pun tidak boleh sembarangan.
Semua ini dilakukan biar petani tidak rugi waktu dan tenaga karena menanam bibit yang kualitasnya buruk.
Kepala Disbunnak: “Bibit Bagus, Masa Depan Bagus”
Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menjelaskan bahwa sertifikasi ini adalah kunci sukses buat petani. Menurutnya, kalau dari awal bibitnya sudah unggul dan bersertifikat, maka pohonnya nanti bakal lebih tahan penyakit dan getahnya bakal melimpah.
“Lewat sertifikasi ini, kita pastikan benih yang beredar punya standar mutu yang baik. Kalau benihnya unggul, kebun karet rakyat kita bisa makin maju dan berkelanjutan,” ujar Suparmi di Banjarbaru, Rabu (11/3/2026).
Keuntungan Buat Pekebun
Dengan adanya pengawasan ketat ini, petani tidak perlu khawatir lagi tertipu benih murah yang hasilnya mengecewakan. Pemerintah ingin memastikan komoditas karet Kalsel punya daya saing tinggi, sehingga kesejahteraan pekebun karet di Banua makin meningkat. Ary/MC Kalsel
Tingkatkan Produksi, Disbunnak Kalsel Sertifikasi Bibit Karet











