Foto : Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi
Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Pengendalian bencana Karhutla di Kalimantan Selatan pada musim kemarau tahun 2025, dinilai berhasil.
Data dilansir BPBD Kalsel hingga 25 Agustus 2025 lalu luas lahan terdampak Karhutla di Kalsel hanya 427 hektar dengan jumlah kejadian Karhutla 197 kali. Sementara jumlah titik panas hanya 2221 titik.
Hal ini berbeda dibandingkan tahun 2024 lalu, luasan lahan terdampak Karhutla mencapai 1326 hektar dengan jumlah kejadian Karhutla sebanyak 366 kali. Sementara jumlah titik panas sepanjang 2024 mencapai 6349 titik.
Salah satu kunci keberhasilan adalah langkah mitigasi sesuai instruksi Gubernur Kalsel H Muhidin.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Drs Gusti Yanuar Noor Rifai, MSi melalui Kabid Kesiapsigaan Bencana Bambang Dedi Mulyadi mengungkapkan langkah Mitigasi yang secara masif sebelum musim kemarau adalah salah satu kunci utama pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.
“Kegiatan Edukasi Komunikasi dan Informasi yang masif baik secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat serta kekuatan kolaborasi bersama seluruh pihak menjadikan penanganan karhutla di Kalsel hingga hari ini boleh dibilang efektif,” kata Bambang kepada jejakborneonews.com Rabu (27/8/2025).
Bambang mengatakan, keberhasilan pengendalian Karhutla ini hasil kolaborasi semua pihak termasuk TNI Polri dan pemerintah pusat, swasta hingga masyarakat.
Pembasahan lahan gambut dan bantuan OMC lebih awal dari Kementerian Lingkungan Hidup serta respons cepat BNPB RI menyediakan heli patroli dan heli Water boombing. “Langkah strategis mitigasi, Gubernur Kalsel H Muhidin mengusulkan OMC dan bantuan penanganan Karhutla sehingga dampak kebakaran lahan dan hutan di Kalsel dapat ditekan seminimal mungkin dan hingga hari ini masih dapat dikendalikan,” pungkas Bambang. Ary











