BerandaBorneo ZonePeristiwa

Banjir Kecamatan Kenohan Kukar, Jalan Loa Surut Lumpuh

452
×

Banjir Kecamatan Kenohan Kukar, Jalan Loa Surut Lumpuh

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, KUTAI KARTANEGARA – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dalam beberapa hari terakhir mulai membawa dampak serius. Sejumlah titik di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini terendam banjir akibat luapan air sungai kiriman dari wilayah hulu, Selasa (20/1/2026).
Merespons kondisi ini, Polsek Kenohan bergerak cepat menyisir lokasi sejak pagi buta untuk memastikan keselamatan warga.
Desa Kahala Ilir Terparah, Air Setinggi Lutut
Berdasarkan pantauan langsung Kapolsek Kenohan, AKP Giri Pratiwo, titik banjir terparah saat ini berada di Desa Kahala Ilir, khususnya di wilayah RT 07 dan RT 08. Air tidak hanya merendam jalanan desa, tetapi sudah mulai merangsek masuk ke pekarangan rumah warga.
“Ketinggian air di jalan desa mencapai 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Ini merupakan air kiriman dari wilayah hulu seperti Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut,” ungkap AKP Giri. Bahkan, halaman Kantor Desa Kahala Ilir pun tak luput dari genangan air.

Jalan HTI Berarus Deras, Motor Terpaksa Naik Klotok
Kondisi yang lebih mengkhawatirkan terpantau di Jalan HTI PT AAU, kawasan Loa Surut, Desa Kahala. Di titik ini, air merendam jalan dengan ketinggian mencapai 1 meter. Selain dalam, arus air di lokasi tersebut juga tergolong deras dan sangat membahayakan.
Pihak kepolisian dengan tegas melarang kendaraan roda dua maupun truk untuk melintas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Untuk warga yang menggunakan motor, kami sarankan menggunakan jasa perahu klotok jika ingin menyeberang. Sangat berisiko jika dipaksakan menerobos arus,” tegas Kapolsek.
Imbauan Waspada bagi Pengguna Jalan
Sementara itu, akses menuju Desa Semayang juga mulai tergenang air setinggi 20 hingga 40 sentimeter sepanjang 400 meter. Meski masih bisa dilalui kendaraan, para sopir dan pengendara motor diminta ekstra hati-hati karena jalanan yang licin dan lubang yang tidak terlihat di bawah permukaan air.
Aparat kepolisian terus berjaga di lokasi-lokasi rawan untuk membantu warga dan memantau debit air. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun di wilayah hulu, karena potensi kenaikan air masih sangat tinggi. Ary/Humres Kukar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *