BerandaBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

ABK KM Triton Ditemukan Mengapung di Perairan Kuala Pembuang

244
×

ABK KM Triton Ditemukan Mengapung di Perairan Kuala Pembuang

Sebarkan artikel ini

Foto/Basarnas Palangkaraya

Jejakborneonews.com, KUALA PEMBUANG – Kabar duka datang dari perairan Muara Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan Kalteng. Setelah lima hari dilakukan penyisiran tanpa lelah, operasi pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) KM Triton 28 akhirnya resmi ditutup pada Jumat (27/3/2026) sore. Namun sayang, pencarian ini berakhir pilu bagi keluarga Irfan Saputra (25).
Pemuda malang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terombang-ambing di lautan sejak awal pekan lalu. Penemuan ini menandai tuntasnya tugas kemanusiaan tim gabungan di perairan Kabupaten Seruyan.
Kronologi Tragedi Angkat Jangkar
Peristiwa memilukan ini bermula pada Senin (23/3) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, KM Triton 28 sedang beraktivitas rutin melakukan angkat jangkar. Namun, maut tak ada yang tahu. Dua orang ABK terjatuh ke laut di tengah deburan ombak.
Satu korban, Ashari (35), beruntung bisa segera diselamatkan oleh nelayan setempat yang melintas. Namun, rekannya, Irfan Saputra, hilang ditelan ombak dan memicu operasi besar-besaran dari tim SAR gabungan selama hampir sepekan.
Ditemukan Mengapung Berkat Laporan Nelayan
Titik terang muncul pada Jumat sore sekitar pukul 16.05 WIB. Berawal dari kejelian nelayan yang melihat sesosok jasad mengapung di permukaan air, tim SAR langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Koordinator Lapangan Basarnas, Ridwan, menjelaskan bahwa posisi penemuan korban cukup jauh dari titik awal kejadian. “Korban ditemukan sekitar 24,95 mil laut (NM) ke arah Timur Laut dari lokasi awal. Setelah dievakuasi, jenazah langsung kami bawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang untuk penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Sinergi dan Perpisahan Tim SAR
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh unsur yang terlibat. Operasi ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pos SAR Sampit, TNI AL, Ditpolairud Polda Kalteng, Satpolair Polres Seruyan, BPBD, hingga para nelayan sekitar yang tak henti membantu.
“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi kami tutup. Terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja keras di lapangan selama lima hari ini,” ujar Alit.
Pesan Keselamatan di Laut
Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaut dan nelayan di pesisir Kalimantan Tengah untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja (K3) di atas kapal. Penggunaan pelampung (life jacket) saat beraktivitas di dek kapal, terutama saat proses krusial seperti angkat jangkar, sangatlah penting untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *