BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Entikong Kalbar Diterjang Banjir : Air Capai 2 Meter, 500 Jiwa Terpaksa Mengungsi!

237
×

Entikong Kalbar Diterjang Banjir : Air Capai 2 Meter, 500 Jiwa Terpaksa Mengungsi!

Sebarkan artikel ini

Foto/Bidhumas Polda Kalbar : Distribusi logistik bantuan kepada terdampak banjir Entikong

Jejakborneonews.com, SANGGAU – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia kembali terjadi. Akibat meluapnya Sungai Sekayam setelah diguyur hujan deras, banjir besar merendam sejumlah desa di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sejak Jumat (9/1/2026) sore.

Kondisi Terkini: Jalan Pak Tangkir Terendam 2 Meter lebih

Kenaikan debit air terjadi sangat signifikan. Titik terparah dilaporkan berada di kawasan Jalan Pak Tangkir, Desa Entikong serta dusun Sontas, di mana ketinggian air mencapai puncaknya hingga 2 hingga 3 meter. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas warga dan memaksa proses evakuasi dilakukan dengan cepat.

Berdasarkan data dari BPBD Sanggau, terdapat tiga desa yang terdampak paling parah, yaitu:

* Desa Entikong

* Desa Pala Pasang

* Desa Suruh Tembawang

Ratusan Rumah Terendam, Jembatan Rusak

Dampak dari luapan Sungai Sekayam ini tidak main-main. Sedikitnya 300 rumah warga terendam dan infrastruktur vital seperti jalan serta jembatan dilaporkan mengalami kerusakan serius. Hingga saat ini, sebanyak 500 jiwa telah dievakuasi ke titik aman karena rumah mereka tidak lagi bisa ditempati.

Respon Cepat Aparat Gabungan

Aparat gabungan telah bergerak di lapangan dengan mendirikan Posko Darurat Bencana. Evakuasi warga dilakukan secara dramatis menggunakan perahu darurat untuk menjangkau titik-titik yang terisolasi oleh air.

Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, S.H., menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama saat ini. Beliau pun meminta masyarakat untuk tidak lengah.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai. Potensi banjir kiriman masih sangat mungkin terjadi mengingat cuaca yang belum stabil,” tegas AKP Donny.

Hingga Sabtu (10/1/2026), petugas masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan debit air dan menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi. Ary/berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *