Foto/RSB : Sekolah terendam banjir di Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar
Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat melakukan langkah antisipasi bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dijadwalkan mulai dilaksanakan paling lambat malam ini, Jumat (9/1/2026), guna menekan intensitas hujan di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih mengancam sejumlah wilayah di Kalsel.
Koordinasi Lintas Lembaga
Deputi Strategi dan Sistem BNPB, Dr. Raditya Jati, mengungkapkan bahwa persiapan teknis untuk mengendalikan hujan ini telah dimatangkan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Untuk teknis OMC sudah dikoordinasikan BNPB dan BMKG. Kelanjutan dari proses tersebut akan dikendalikan oleh Unit Teknis di Direktorat Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB dalam Kedeputian Penanganan Darurat,” jelas Dr. Raditya Jati kepada jejakborneonews.com, Jumat (9/1/2026).
Target Operasi: Mulai Sore atau Malam Ini
Pihak Direktorat DSDD BNPB menyatakan bahwa saat ini tim di lapangan tengah bekerja ekstra keras untuk mempersiapkan segala kebutuhan teknis sebelum pesawat penyemai awan lepas landas.
Direktur DSDD BNPB Agus Riyanto membenarkan bahwa pihaknya sedang mengejar target agar operasi ini bisa segera dilakukan untuk melindungi warga Kalsel dari potensi luapan air yang lebih besar.
“Hari ini operasi, paling cepat sore ini, atau selambatnya malam ini operasi dimulai,” tegas Agus.
Menunggu Kedatangan Bahan Semai
Meski target sudah ditentukan, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada logistik utama. Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan dilaporkan masih menunggu kedatangan bahan semai (garam khusus) yang akan ditaburkan ke awan-awan potensial hujan.
“Petugas masih menunggu bahan semai sampai saat ini,” tambahnya.
Operasi Modifikasi Cuaca ini diharapkan dapat memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah daratan Kalimantan Selatan, sehingga curah hujan yang jatuh di pemukiman warga dapat berkurang secara signifikan dan tinggi muka air sungai tetap terkendali. Ary











