Jejakborneonews.com,BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam (LTT) serta Evaluasi Kegiatan Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Tahun 2025. Bertempat di Aula Lantai 3 Kantor DPKP Kalsel, Banjarbaru, Rabu (17/12/2025), kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutannya, Syamsir Rahman mengungkapkan rasa bangga atas capaian produksi padi Kalimantan Selatan yang sangat signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Kalsel mencapai 1.177.860 ton gabah.
“Angka ini menempatkan Kalsel sebagai yang tertinggi di regional Kalimantan dan berada di peringkat ke-12 secara nasional,” ujar Syamsir.
Capaian impresif ini, menurut Syamsir, berkat didukung penuh oleh kolaborasi lintas sektor mulai dari Kementerian Pertanian hingga pemerintah kabupaten/kota.
Menopang Ketahanan Pangan Regional
Keberhasilan Kalsel tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menjadi penyangga pangan regional. Di tengah penurunan produksi di Kalimantan Tengah sebesar 32 ribu ton pada tahun 2025, Kalsel hadir menopang kebutuhan tersebut.
“Ini adalah bukti bahwa kerja bersama mampu memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan regional,” tegasnya.
Target LTT Desember dan Tantangan Iklim
Terkait target ke depan, rapat ini merumuskan target Luas Tambah Tanam (LTT) untuk Desember 2025 sebesar 102 ribu hektare. Syamsir optimis target tersebut dapat tercapai melalui program optimalisasi lahan dan cetak sawah.
Meski dihantam tantangan cuaca ekstrem, mulai dari El Nino hingga La Nina, Kalsel terbukti mampu bertahan. Syamsir secara khusus memberikan apresiasi kepada:
1. Petani dan Kelompok Tani: Sebagai garda terdepan produksi.
2. Penyuluh Pertanian (ASN & Swasta): Ujung tombak pendampingan di lapangan.
3. Komisi II DPRD Kalsel: Atas dukungan kebijakan dan anggaran.
4. Instansi Terkait: Seperti Dinas PUPR dan BPS dalam sinergi data dan infrastruktur.
Sinergi Kabupaten/Kota
Menutup arahannya, Syamsir mengakui adanya dinamika realisasi LTT di berbagai kabupaten/kota yang mengalami fluktuasi. Namun, ia menekankan pentingnya kesatuan visi.
“Semua tetap satu kesatuan. Kita bekerja bersama, saling merangkul, dan bergerak ke arah yang sama untuk memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.











