BerandaBerita NasionalBorneo ZoneLintas KalselPeristiwa

Terlilit Utang Judol, Pria Batulicin Akhiri Hidup di Pohon Rambutan

231
×

Terlilit Utang Judol, Pria Batulicin Akhiri Hidup di Pohon Rambutan

Sebarkan artikel ini

Foto/Polsek Sungai Loban

Jejakborneonews.com, TANAH BUMBU – Suasana siang di Desa Sari Mulya, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam. Warga setempat digemparkan dengan penemuan sesosok pria yang tewas tergantung di sebuah pohon rambutan pada Selasa (10/3/2026) siang, sekitar pukul 12.00 WITA.
Pria malang tersebut diketahui berinisial AR (34), seorang warga Kersik Putih, Kecamatan Simpang Empat Batulicin, yang ditemukan sudah tak bernyawa di samping sebuah bangunan kos-kosan di wilayah RT 02 RW 01.
Saksi Mata yang Terkejut
Kejadian ini pertama kali terungkap secara tidak sengaja oleh seorang warga bernama Ahmad Sakhabuddin. Saat itu, Ahmad sedang dalam perjalanan pulang usai membeli sayur di Pasar Wadai Desa Sari Mulya.
Langkahnya terhenti seketika saat matanya menangkap pemandangan pilu di samping bangunan kos. Ia melihat sesosok tubuh tergantung kaku dengan seutas tali. Tanpa pikir panjang, saksi yang syok langsung berlari melaporkan temuan itu ke kantor desa, yang kemudian diteruskan ke Polsek Sungai Loban.
Murni Bunuh Diri, Polisi Amankan Barang Bukti
Mendapat laporan warga, petugas kepolisian segera meluncur ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jasad AR kemudian dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk menjalani visum.
Kapolsek Sungai Loban, Iptu Kity Tokan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian AR dinyatakan murni akibat jeratan tali pada leher. Di lokasi, polisi juga mengamankan seutas tali berwarna biru sebagai barang bukti.
Pemicu Tragis: Jeratan Utang Judi Online
Di balik aksi nekat tersebut, polisi menemukan fakta yang memilukan. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, terutama sang istri, AR diduga kuat mengalami depresi atau stres berat akibat masalah keuangan yang melilitnya.
Mirisnya, tumpukan utang tersebut disinyalir berawal dari kebiasaan buruk korban yang sering bermain judi online atau slot.
“Menurut keterangan istri korban, kejadian ini diduga akibat korban mengalami depresi dikarenakan terlilit utang akibat kebiasaan bermain judi online,” ungkap Iptu Kity Tokan dalam laporannya, dikutip laman BanjarmasinPost.co.id.
Pesan untuk Masyarakat
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah AR diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi psikologis keluarga maupun orang terdekat. Masalah besar, terutama yang berkaitan dengan beban ekonomi dan dampak negatif judi online, diharapkan bisa dikomunikasikan dengan baik guna mencegah terjadinya tindakan tragis serupa di masa depan. Ary/###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *