BerandaBerita NasionalHumanioraPeristiwa

Jasad Mbah Wasiyun Membusuk Ditemani Anak Perempuan

215
×

Jasad Mbah Wasiyun Membusuk Ditemani Anak Perempuan

Sebarkan artikel ini

Foto/Polres Kebumen

Jejakborneonews.com, KEBUMEN – Suasana di Desa Menganti, Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam sekaligus haru pada Senin (2/3/2026) siang. Seorang kakek bernama Mbah Wasiyun (70), ditemukan sudah tak bernyawa di dalam rumahnya sendiri.
Yang bikin hati teriris, anak perempuannya yang tinggal serumah—dan diduga mengalami gangguan jiwa—ternyata hanya diam saja di dalam rumah, menemani jenazah ayahnya yang sudah membusuk selama beberapa hari.
Berawal dari Bau Tak Sedap
Kejadian ini terungkap sekitar jam 11 siang. Warga sekitar mulai curiga karena ada bau menyengat yang menusuk hidung dari arah rumah Mbah Wasiyun. Karena curiga ada yang nggak beres, warga pun lapor ke perangkat desa.
“Pas dicek ke dalam rumah, ternyata Mbah Wasiyun sudah tergeletak di lantai dapur. Kondisinya sudah memprihatinkan karena diduga sudah meninggal beberapa hari lalu,” ujar Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Terakhir Terlihat Beli Es Teh
Menurut cerita tetangga, Mbah Wasiyun yang sehari-harinya kerja serabutan ini terakhir kali terlihat pada Sabtu (28/2). Saat itu, beliau sempat keluar rumah untuk beli es teh.
Warga memang melihat kondisi Mbah Wasiyun belakangan ini agak sakit-sakitan, tapi nggak ada yang menyangka kalau maut bakal menjemput secepat itu. Di dekat jenazahnya, polisi menemukan bungkusan obat dan alat pelinting rokok kesukaannya.
Keluarga Rutin Menjenguk
Sebenarnya, saudara korban cukup perhatian. Mereka rutin datang menengok setiap tiga hari sekali. Nah, pas jadwal nengok hari Senin itulah, mereka mencium bau busuk yang bikin curiga. Begitu pintu dibuka paksa, duka mendalam pun pecah.
Sang anak perempuan yang ada di dalam rumah hanya terdiam seribu bahasa. Diduga karena kondisinya yang kurang sehat secara mental, ia tidak tahu harus berbuat apa atau melapor ke siapa saat melihat sang ayah sudah tiada.
Pelajaran Buat Kita Semua
Petugas dari Polsek Sruweng, Tim Inafis, dan PMI Kebumen langsung bergerak cepat mengevakuasi jenazah ke RSUD Kebumen untuk diperiksa lebih lanjut.
Kejadian ini jadi pengingat buat kita semua, Lur. Mari lebih peduli sama tetangga sekitar, terutama yang sudah sepuh (tua) atau yang keluarganya sedang butuh perhatian khusus. Sapaan kecil kita tiap hari bisa jadi sangat berarti buat mereka.
Semoga Mbah Wasiyun tenang di sana, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Ary

Sumber : Diolah dari Polres Kebumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *