Foto/Wikipedia
Jejakborneonews.com, MARTAPURA – Sempat berembus kabar yang menyebut Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura Kalsel (Kalimantan Selatan) menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar ini sempat mencuat usai saat kunjungan anggota DPR komisi IX ke Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Jumat (20/2/2026) lalu.
Namun, hal tersebut dipastikan hanya salah paham belaka.
Pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjar langsung turun tangan melakukan tabayun atau pengecekan lapangan. Hasilnya? Tidak ada penolakan, yang ada hanyalah diskusi hangat demi kelancaran distribusi ke ribuan santri.
Bukan Menolak, Tapi Mengatur Strategi
Kasi Pendidikan Pondok Pesantren Kemenag Banjar, Zamroni, menegaskan bahwa ada kekeliruan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Hal ini ia sampaikan setelah menggelar pertemuan penting yang melibatkan perwakilan kementerian pusat, tim MBG pusat, hingga tim pelaksana wilayah Kecamatan Martapura pada Sabtu (21/2/2026).
“Informasi yang menyebutkan adanya penolakan itu tidak benar. Hari ini semuanya sudah diluruskan,” ujar Zamroni dikutip dari laman BanjarmasinPost
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Ternyata, pihak pondok pesantren hanya bersikap kritis dan teliti. Mengingat Ponpes Darussalam memiliki sekitar 20.000 santri, tentu menyalurkan makanan bukan perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan.
“Pihak ponpes hanya menanyakan teknisnya. Dengan santri sebanyak itu, tentu perlu pengaturan yang jelas agar tidak bentrok dengan jadwal belajar atau aturan internal pondok,” tambah Zamroni.
Restu dari Ketua Yayasan
Kabar baiknya, Ketua Yayasan Ponpes Darussalam sebenarnya sudah memberikan lampu hijau. Beliau menyatakan sikap menerima program unggulan pemerintah ini, asalkan pelaksanaannya bisa “berjalan seiring” dengan ketentuan dan adat istiadat yang berlaku di lingkungan pesantren.
Bayangkan saja, mengoordinasikan jatah makan untuk 20 ribu orang memerlukan manajemen yang matang agar tidak terjadi kerumunan atau mengganggu jam mengaji. Inilah yang sedang dikomunikasikan agar gizi para santri terpenuhi tanpa merusak ritme ibadah dan belajar mereka.
Komunikasi yang baik antara pemerintah dan lembaga pendidikan seperti Ponpes Darussalam justru membuktikan bahwa program besar seperti Makan Bergizi Gratis butuh gotong royong dan penyesuaian di lapangan. Ary
Kemenag Banjar Bantah Pesantren Darussalam Tolak MBG











