Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Zaman sekarang, apa saja bisa dipelajari lewat internet. Namun, bukannya belajar bikin kue atau usaha bengkel, komplotan pria ini malah menggunakan YouTube untuk belajar cara memalsukan dokumen kendaraan. Tak tanggung-tanggung, bisnis “gelap” ini sempat membuat mereka hidup mewah dengan keuntungan hingga ratusan juta rupiah per bulan.
Sayangnya, petualangan sindikat lintas provinsi ini harus berakhir di tangan jajaran Ditreskrimum atau Tim Macan Polda Kalimantan Selatan pada Kamis (19/2).
Berawal dari Gagal Bayar Pajak di Samsat
Aksi lihai para pelaku ini mulai terbongkar saat seorang warga Banjarmasin pergi ke kantor Samsat untuk membayar pajak mobil yang baru dibelinya. Bukannya beres, petugas Samsat justru geleng-geleng kepala. Dokumen yang dibawa ternyata “bodong” alias tidak terdata di sistem kepolisian.
Merasa ditipu, warga tersebut melapor ke polisi. Dari laporan inilah, Tim Reskrim Polda Kalsel langsung bergerak cepat hingga berhasil meringkus dua tersangka, FN dan SF, di wilayah Kalimantan Selatan.
Belajar Otodidak dari Internet & YouTube
Jejak kedua tersangka ini menuntun petugas terbang hingga ke Purwodadi, Jawa Tengah. Di sana, polisi menciduk empat tersangka lain yakni RY, RB, KT, dan BD. Di markas mereka, polisi menemukan fakta mengejutkan.
Para pelaku mengaku selama ini belajar teknik mencetak dokumen hingga mirip aslinya secara otodidak hanya dengan menonton YouTube dan mencari tahu di internet. Modal belajar gratisan itu mereka pakai untuk menjalankan mesin cetak canggih dan ribuan lembar kertas berlogo resmi tapi palsu.
Bisnis “Haram” Beromzet Ratusan Juta
Sejak beroperasi tahun 2017, sindikat ini punya pembagian tugas yang rapi seperti perusahaan profesional. Ada yang bagian cetak BPKB, cetak pajak kendaraan, sampai bagian pemasaran mobil. Hasilnya? Sangat menggiurkan namun sekaligus mengerikan:
* Cetak BPKB & STNK: Untung mencapai Rp100 juta per bulan.
* Cetak Pajak Kendaraan: Meraup sekitar Rp20,8 juta per bulan.
* Cetak STNK Satuan: Menghasilkan sekitar Rp12 juta per bulan.
“Keuntungan mereka sangat besar, tapi korbannya adalah masyarakat kecil yang ingin punya kendaraan,” ungkap Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat konferensi pers di Banjarbaru Jumat (20/2/2026).
Ribuan Dokumen dan 20 Mobil Disita
Tak main-main, polisi menyita hampir 20.000 lembar dokumen palsu dan 20 unit mobil yang rencananya akan dipasarkan di Pulau Jawa, Bali, hingga Kalimantan. Saat ini, para pelaku harus mendekam di sel tahanan dan terancam hukuman berat atas kasus pemalsuan dokumen serta penipuan.
> Pesan dari Pak Polisi:
> Buat pian (anda) warga Banua yang mau beli kendaraan bekas, jangan tergiur harga murah saja. Sebelum bayar, ajak penjualnya cek langsung ke kantor Samsat terdekat untuk memastikan STNK dan BPKB-nya asli. Lebih baik repot sedikit di awal daripada nangis di belakang!
Modal Belajar di YouTube, Sindikat STNK BPKB Palsu Raup Untung Ratusan Juta











