BerandaBerita NasionalBorneo ZoneEkonomi & BisnisLintas KalselPeristiwaPolitik

Massa Orasi di Pemko Banjarmasin, Anggaran Mobil Mewah dan Banjir Disorot

421
×

Massa Orasi di Pemko Banjarmasin, Anggaran Mobil Mewah dan Banjir Disorot

Sebarkan artikel ini
Aksi mahasiswa di depan Balai Kota Banjarmasin menyoroti anggaran mobil listrik dan banjir

Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Halaman Balai Kota Banjarmasin mendadak “panas” pada Rabu (18/2) pagi. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat dan Mahasiswa Kota Banjarmasin datang membawa orasi lantang dan spanduk-spanduk berisi sindiran pedas. Salah satu yang paling mencolok bertuliskan: “500 Tahun Banjarmasin Belum Sejahtera”.
Bukan tanpa sebab, kedatangan massa ini adalah bentuk kekecewaan terhadap kebijakan anggaran Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang dinilai tidak pro-rakyat kecil.
Mobil Listrik vs BPJS Gratis
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah adanya pengadaan mobil listrik mewah untuk para camat dan kepala dinas. Hal ini dirasa sangat menyakitkan hati masyarakat, mengingat di saat yang bersamaan, ribuan warga Banjarmasin justru harus kehilangan layanan BPJS Kesehatan gratis karena adanya pencabutan anggaran.
“Kami pertanyakan urgensinya. Rakyat lagi susah, berobat yang dulunya gratis malah dicabut, tapi pejabatnya malah mau beli mobil listrik. Di mana hati nuraninya?” teriak Fajar Arifin, salah satu perwakilan massa dengan nada kecewa.
Selain masalah anggaran, massa juga menagih janji Pemko terkait solusi permanen masalah banjir dan sampah yang hingga kini dianggap hanya menjadi “drama” tahunan tanpa penyelesaian tuntas.
Disambut Langsung Walikota: 12 Tuntutan Jadi Pekerjaan Rumah
Meski suasana sempat tegang, aksi ini akhirnya diterima langsung oleh jajaran petinggi kota. Walikota Banjarmasin, H.M. Yamin HR, bersama Wakil Walikota Hj. Ananda dan Sekda Ikhsan Budiman, turun langsung menemui pendemo di depan kantor mereka.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyerahkan 12 poin tuntutan yang mencakup evaluasi total penggunaan anggaran daerah. Menanggapi hal itu, Walikota mengaku terharu dan bangga atas kepedulian para mahasiswa terhadap masa depan kota.
“Atas nama pribadi dan Pemko, kami bangga. Aspirasi ini menjadi bahan evaluasi serius bagi kami agar lebih transparan ke depannya,” tutur H.M. Yamin HR di hadapan massa.
Akan Terus Dikawal
Aksi yang berakhir dengan dialog antara mahasiswa dan para kepala dinas ini ditutup dengan komitmen dari pihak mahasiswa. Mereka menegaskan tidak akan sekadar memberi tuntutan, tapi akan terus mengawal setiap rupiah anggaran daerah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, bukan hanya dinikmati segelintir pejabat.
Kini, bola panas ada di tangan pemerintah kota. Warga Banjarmasin tinggal menunggu, apakah 12 tuntutan itu akan menjadi nyata atau hanya akan berakhir di atas kertas meja kantor Balai Kota. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *