Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Ruang digital dan lingkungan sosial di Kalimantan Selatan kini sedang menjadi perhatian serius pemerintah. Bukan tanpa alasan, fenomena LGBT yang mulai terasa sering muncul dan dianggap “hal biasa” di tengah masyarakat membuat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel bersama Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalsel segera ambil tindakan.
Dalam pertemuan koordinasi yang hangat namun serius, kedua pihak sepakat bahwa tren ini tidak boleh dibiarkan menjadi hal yang lumrah atau dinormalisasi, demi menjaga nilai-nilai norma dan masa depan generasi muda di Bumi Lambung Mangkurat.
Khawatir Dampak ke Anak Cucu
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar, mengungkapkan bahwa ada laporan mengenai peningkatan tren fenomena ini di masyarakat. Hal yang paling dikhawatirkan adalah jika anak-anak menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang wajar karena sering melihatnya di media sosial.
“Kami berkoordinasi mengenai cara terbaik untuk menghentikan normalisasi ini. Jangan sampai fenomena ini membawa dampak negatif, terutama bagi masa depan anak-anak kita nanti,” ujar Suci saat memberikan keterangan di Banjarbaru.
Langkah Tegas di Dunia Digital
Sebagai garda terdepan urusan informasi, Diskominfo Kalsel tidak tinggal diam. Sejumlah langkah strategis sudah disiapkan untuk “memagari” ruang digital Kalsel, antara lain:
* Patroli Media Sosial: Memantau sebaran konten digital yang mengarah pada promosi atau normalisasi fenomena tersebut.
* Literasi Digital: Mengedukasi warga agar lebih cerdas dan bijak menyaring informasi yang masuk ke ponsel mereka.
* Edukasi Publik: Memberikan pemahaman kepada masyarakat luas mengenai dampak sosial dari fenomena yang berkembang di internet.
Benteng Terkuat Ada di Rumah
Meski pemerintah sudah turun tangan, Suci menegaskan bahwa peran paling ampuh sebenarnya ada di tangan orang tua. Lingkungan keluarga adalah unit terkecil sekaligus benteng terkuat untuk menjaga perilaku dan moralitas anak-anak.
“Harapan kami, masyarakat bisa lebih peduli. Jangan biarkan hal yang tidak sesuai dengan norma kita dianggap biasa. Kita harus peka dan menjaga lingkungan yang sehat demi anak cucu kita ke depan,” tutupnya. Ary
Normalisasi Konten LGBT Di Medsos Kalsel Mengkhawatirkan











