BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Tujuh Pendulang Tertimbun Longsor Tambang Emas di Kapuas Hulu

456
×

Tujuh Pendulang Tertimbun Longsor Tambang Emas di Kapuas Hulu

Sebarkan artikel ini

Foto/ist
Jejakborneonews.com, KAPUAS HULU – Suasana Minggu siang (8/3/2026) di tepi Sungai Embau yang tenang mendadak berubah menjadi mencekam. Aktivitas warga yang tengah mencari nafkah di lokasi penambangan emas tradisional (pendulangan) Desa Bugang, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu Kalbar (Kalimantan Barat), berakhir dengan duka yang menyayat hati.
Tujuh orang warga setempat harus kehilangan nyawa setelah lubang galian tempat mereka bekerja tiba-tiba runtuh dan menimbun mereka tanpa sempat menyelamatkan diri.
Detik-Detik Musibah Menimpa
Sekitar pukul 12.30 WIB, ada 10 orang pekerja yang sedang sibuk mengoperasikan mesin dompeng untuk menyedot emas. Mereka berada di dalam lubang raksasa sedalam 6 meter dengan lebar sekitar 7 meter.
Naas, dinding lubang galian yang tinggi itu mendadak longsor. Material tanah dan batu besar seketika tumpah ke dasar lubang. Belum sempat mereka bereaksi, air sungai yang berada tepat di samping lokasi ikut jebol dan masuk membanjiri lubang galian.
> “Para korban tidak sempat menyelamatkan diri karena posisi mereka di bawah, ditambah air sungai yang langsung masuk menenggelamkan lubang,” ujar Kapolsek Hulu Gurung, IPTU Haryono dikutip laman Tribunnews.
Tujuh Berpulang, Tiga Selamat
Dari 10 orang yang bekerja, tiga rekan mereka yakni Mardianti, Saliasni, dan Sandi Sugianto berhasil lolos dari maut karena saat kejadian posisi mereka sedang berada di bagian atas.
Namun, tujuh warga Desa Bugang lainnya tak seberuntung itu. Berikut daftar nama korban yang berpulang:
* Jasno
* Juraini
* Yuni Safitri
* H. Dermansyah
* Rinawati
* Kamarudin
* Saidah
Evakuasi Penuh Perjuangan
Melihat kejadian itu, warga desa langsung berhamburan datang membantu. Dengan peralatan seadanya dan bantuan mesin penyedot untuk membuang air serta lumpur, evakuasi dilakukan dengan penuh haru selama kurang lebih dua jam.
Satu per satu jenazah berhasil dikeluarkan dari timbunan dan langsung dibawa ke rumah duka masing-masing sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Desa Bugang.
Pihak kepolisian melalui IPTU Haryono menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi kita semua akan besarnya risiko keselamatan dalam aktivitas penambangan seperti ini.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa menghadapi ujian ini. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *