Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Ternyata warga Kalimantan Selatan (Kalsel) kini makin jago mengelola uang. Tak cuma disimpan di bawah bantal atau sekadar tabungan biasa, investasi di pasar modal justru makin jadi primadona. Buktinya, sepanjang tahun 2025 lalu, nilai transaksi saham di Banua tercatat mencapai angka fantastis, yakni Rp3,62 triliun!
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel, Agus Maiyo, menyebutkan bahwa tren positif ini sejalan dengan melonjaknya jumlah investor di daerah kita.
Demam Saham dan Reksa Dana
Siapa sangka, hingga akhir 2025, sudah ada hampir setengah juta warga Kalsel (tepatnya 497.131 orang) yang punya akun saham. Tak berhenti di situ, instrumen Reksa Dana juga makin diminati dengan nilai penjualan mencapai Rp0,715 triliun.
> “Jumlah investor reksa dana bahkan lebih banyak lagi, menyentuh angka 995.860 orang. Ini menunjukkan masyarakat kita sudah mulai melirik berbagai cara untuk mengembangkan dana mereka,” ujar Agus di Banjarmasin, Sabtu (14/3/2026).
>
Gadai dan Pinjol Masih Jadi Pilihan
Selain soal saham, sektor keuangan lain juga bergerak dinamis:
* Gadai: Bisnis pergadaian tumbuh subur hingga 61,59%, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp912 miliar.
* Pinjol (Pinjaman Online): Pembiayaan lewat fintech alias pinjol juga naik signifikan menjadi Rp1,02 triliun.
Namun, meski pinjol memudahkan, warga diminta tetap waspada. OJK mencatat banyak aduan masuk justru dari sektor ini (sekitar 41%). Jadi, pastikan pakai pinjol yang legal ya!
OJK Siap Pasang Badan untuk Konsumen
Bukan cuma urusan angka, OJK Kalsel juga rajin “turun gunung” memberikan edukasi. Sepanjang awal tahun 2026 saja, sudah ada ribuan warga yang ikut pelatihan agar tidak terjebak investasi bodong atau pinjol ilegal.
Bagi warga yang merasa dirugikan oleh lembaga keuangan, OJK juga membuka pintu lebar-lebar. Lewat Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), tercatat sudah ada 177 aduan yang masuk dan diproses.
Rencana Besar 2026: Sikat Rentenir!
Menatap tahun 2026, OJK punya misi mulia lewat program TPAKD. Beberapa fokus utamanya adalah:
* Lawan Rentenir: Program kredit murah agar warga tak terlilit hutang bank subuh.
* Satu Rekening Satu Pelajar: Biar anak-anak sekolah rajin menabung sejak dini.
* Ekosistem Desa Inklusif: Akses bank masuk hingga ke pelosok desa.
“Kami ingin literasi keuangan warga Kalsel makin kuat, supaya ekonomi daerah kita makin stabil dan tumbuh sehat,” tutup Agus. Ary/MC Kalsel
Transaksi Saham di Kalsel Tembus Rp3,6 Triliun











