Foto/Polres Kebumen
Jejakborneonews.com, Kebumen – Suasana tenang di Dukuh Siwajik, Desa Jogomulyo, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah mendadak berubah menjadi duka yang menyayat hati pada Selasa siang, 12 Mei 2026. Warga sekitar seolah tak percaya mendengar kabar duka yang menimpa dua wanita yakni PA (52) dan anaknya, EP (33). Keduanya menghembuskan napas terakhir setelah menjadi korban kemarahan suami EP sendiri, pria berinisial SP (28).
Kabar ini tentu menyesakkan dada siapa saja yang mendengarnya. Bagaimana tidak, sosok yang seharusnya menjadi pelindung bagi istri dan mertuanya justru gelap mata hingga mengakibatkan luka berat pada bagian kepala kedua korban. Peristiwa memilukan ini dipicu oleh pertengkaran keluarga yang memuncak di dalam rumah mereka sekitar pukul 11.40 WIB.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menceritakan bahwa pelaku diduga menggunakan sebatang besi ulir saat kejadian tersebut berlangsung. Luka yang cukup parah membuat nyawa kedua perempuan tersebut tidak tertolong, meski sudah sempat dilarikan ke RS Purbowangi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Ada satu momen yang cukup menyita perhatian di tengah kejadian kelam ini. Setelah melakukan penganiayaan, SP ternyata sempat ikut naik ambulans desa untuk mengantar istri dan mertuanya ke rumah sakit. Namun, hukum tetap harus ditegakkan. Petugas dari Polres Kebumen langsung mengamankan SP saat ia masih berada di rumah sakit tersebut.
Saat ini, lokasi rumah korban di RT 1 RW 3 sudah dipasangi garis polisi. Tim Inafis dan petugas kepolisian masih bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan dari para saksi untuk memahami apa sebenarnya yang memicu amarah besar SP hingga tega berbuat demikian.
Pihak kepolisian masih menyusun laporan lengkap sambil mendalami motif di balik tragedi ini. Sementara itu, warga desa hanya bisa mendoakan agar almarhumah ibu dan anak tersebut mendapatkan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi cobaan yang begitu berat ini. Ary/###











