BerandaBerita NasionalHukumPeristiwa

Raja Berpulang Dengan Kulit Melepuh, Diduga Disiksa Ibu Tiri

293
×

Raja Berpulang Dengan Kulit Melepuh, Diduga Disiksa Ibu Tiri

Sebarkan artikel ini
Kasus anak meninggal di Sukabumi dengan luka melepuh diduga akibat penganiayaan ibu tiri

Jejakborneonews.com, SUKABUMI – Kabar duka yang menyayat hati datang dari Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Seorang pelajar SMP berinisial NS (12) mengembuskan napas terakhirnya dengan kondisi yang sungguh memilukan. Tubuh bocah malang itu dipenuhi luka melepuh, menyisakan tanya besar bagi sang ayah yang kini menuntut keadilan.
Bocah yang akrab disapa Raja ini diduga menjadi korban kekejaman ibu tirinya sendiri. Sebuah tragedi yang pecah tepat saat umat Muslim menyambut malam pertama bulan suci Ramadan.
Firasat Buruk di Malam Pertama Ramadan
Tragedi ini bermula saat ayah kandung korban, Anwar Satibi (38) alias Awan, sedang mengadu nasib mencari nafkah di Kota Sukabumi. Baru dua hari bekerja, jantungnya seakan berhenti berdetak saat menerima telepon dari istrinya (ibu tiri korban).
“Yah, pulang. Si Raja sudah mengigau, panas badannya,” begitu suara di seberang telepon.
Tanpa pikir panjang, Awan langsung tancap gas pulang ke Surade. Namun, sesampainya di rumah, ia bak disambar petir. Kondisi putra sulungnya jauh dari kata sekadar “panas biasa”. Kulit di sekujur tubuh Raja melepuh hebat. Sang istri berkilah bahwa itu efek dari demam tinggi, namun insting seorang ayah berkata lain.
Pengakuan Memilukan Sebelum Ajal Menjemput
Kondisi Raja yang terus menurun membuat keluarga membawanya ke RSUD Jampang Kulon pada Kamis (19/2/2026) pagi. Di ruang IGD yang dingin, di tengah sisa-sisa napasnya, Raja membisikkan sebuah rahasia mengerikan kepada sang ayah dan kakek angkatnya, Isep.
Saat ditanya pelan-pelan apa yang sebenarnya terjadi, Raja memberikan jawaban yang bikin siapa pun yang mendengar bakal merinding.
“Dia mengaku dikasih minum air panas. Bilangnya sama mama (ibu tiri),” kenang Isep yang sempat merekam pengakuan itu lewat ponselnya demi menjadi bukti.
Sayangnya, takdir berkata lain. Setelah sempat dipindahkan ke ruang ICU, nyawa Raja tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pukul 16.00 WIB, meninggalkan luka batin yang teramat dalam bagi sang ayah.
Mencari Kebenaran Lewat Autopsi
Tak mau asal tuduh namun ingin kebenaran terungkap, Anwar Satibi membawa jenazah anaknya ke RS Bhayangkara Setukpa Polri untuk diautopsi pada Jumat (20/2).
Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengungkapkan fakta medis yang mengejutkan. Raja menderita luka bakar luas di lengan, kaki, punggung, hingga area bibir dan hidung. Tak hanya itu, paru-parunya pun membengkak.
“Kami sudah ambil sampel jantung dan parunya untuk diuji di laboratorium Jakarta. Kami ingin tahu apakah ada zat tertentu atau penyebab lain di dalam tubuh korban,” jelas dr. Carles.
Langkah Hukum demi Keadilan
Kini, sang ayah hanya bisa terduduk lemas meratapi kepergian “Raja” kecilnya. Ia bertekad mengawal kasus ini ke jalur hukum. Ia tak ingin ada fitnah, namun ia juga tak rela jika kepergian anaknya yang penuh luka itu berakhir tanpa jawaban.
Pesan Redaksi: Anak adalah amanah yang harus dijaga dengan kasih sayang, bukan kekerasan. Semoga almarhum NS mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan tabir gelap di balik kematiannya segera terungkap terang benderang. Ary

Sumber : diolah berita laman Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *