Foto : Dapur umum Dinsos Kalsel bagi penyintas banjir di Kabupaten Banjar
Jejakborneonews.com, Banjar – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak banjir tetap aman dengan mengaktifkan seluruh jaringan Lumbung Sosial di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi strategi utama dalam memberikan bantuan darurat secara cepat tanpa harus menunggu pengiriman dari tingkat provinsi.
Bantuan Pertama Melalui 46 Lumbung Sosial
Hingga saat ini, tercatat ada 46 titik Lumbung Sosial yang tersebar di kecamatan-kecamatan rawan bencana di seluruh Kalimantan Selatan. Lumbung ini difungsikan sebagai penyedia bantuan tahap pertama, terutama pemenuhan kebutuhan pangan bagi para penyintas.
Kabid Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, H. Achmadi, menegaskan bahwa ketersediaan logistik di lumbung-lumbung tersebut akan terus dipantau secara berkala.
“Begitu stok di Lumbung Sosial menipis atau habis, segera kami isi kembali. Isinya mayoritas bahan makanan pokok untuk kebutuhan darurat masyarakat yang terdampak,” jelasnya pada Kamis (1/1/2026) kepada jejakborneonews.com di dapur umum penyintas banjir Martapura Barat.
Peran Strategis KSB dan KWSB
Selain logistik, Dinsos Kalsel juga mengandalkan kekuatan sumber daya manusia melalui 26 Kampung Siaga Bencana (KSB) yang tersebar di banua. Relawan di dalam KSB merupakan masyarakat setempat yang telah dilatih secara khusus untuk:
* Melakukan evakuasi mandiri dan mengamankan diri.
* Mendirikan serta mengelola dapur umum secara mandiri.
* Memetakan jalur evakuasi di wilayah masing-masing.
Peningkatan status juga dilakukan dengan pembentukan Kawasan Siaga Bencana (KWSB) tingkat kabupaten, yang saat ini menjadi percontohan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), dan Tanah Bumbu (Tanbu).
HST: Semua Kecamatan Miliki Lumbung Logistik
Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi wilayah yang paling siap secara infrastruktur logistik. Di daerah ini, seluruh kecamatan telah memiliki lumbung tempat bantuan darurat.
“Di HST, semua kecamatan sudah tersedia lumbung. Jadi jika terjadi banjir, warga dan relawan tidak perlu lagi menunggu kiriman logistik dari kabupaten atau provinsi. Mereka bisa langsung melakukan penanganan mandiri,” tambah Achmadi.
Sistem KWSB dan KSB ini diharapkan dapat memangkas waktu respons penanganan bencana, sehingga risiko kekurangan pangan di daerah terisolasi dapat diminimalisir di tengah masa tanggap darurat banjir saat ini.
Fakta Kesiapsiagaan Bencana Dinsos Kalsel:
* Lumbung Sosial: 46 titik di seluruh Kalsel (Fokus pada bahan pangan).
* Kampung Siaga Bencana (KSB): 26 kelompok relawan terlatih.
* Kawasan Siaga Bencana (KWSB): Fokus di HSS, HST, dan Tanbu.
* Keunggulan HST: Lumbung sosial tersedia di setiap kecamatan. Ary/jejakborneonews.com











