Foto/KPH Kusan
Jejakborneonews.com, TANAH BUMBU – Para pelaku pembalakan liar di wilayah Tanah Bumbu sepertinya dibuat kocar-kacir oleh patroli rutin petugas. Buktinya, sebuah truk dan alat pemotong kayu (chainsaw) ditemukan ditinggalkan begitu saja di tengah hutan dalam kondisi “terlantar”.
Kejadian ini terungkap saat tim KPH Kusan melakukan patroli pengamanan hutan di wilayah Desa Tamunih, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel Senin (30/3/2026).
Truk “Sakit” Jadi Saksi Bisu
Awalnya, tim sedang menyisir kawasan hutan untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal. Namun, petugas justru menemukan bekas potongan kayu bulat yang masih segar—tanda kuat adanya aksi pembalakan liar yang baru saja terjadi.
Tak jauh dari lokasi, petugas dikagetkan dengan satu unit truk yang terparkir di akses jalan hutan. Setelah diperiksa, truk tersebut dalam kondisi terkunci dan diduga kuat mengalami kerusakan mesin alias mogok.
“Sepertinya pelakunya panik karena truknya rusak, lalu mereka kabur meninggalkan kendaraan dan peralatan kerjanya di lokasi,” ujar Helmi, Polhut KPH Kusan.
Pemiliknya Masih “Misterius”
Selain truk, petugas juga mengamankan mesin chainsaw sebagai barang bukti. Petugas sempat mencoba bertanya kepada warga sekitar mengenai siapa pemilik truk dan alat-alat tersebut, namun hasilnya nihil. Tidak ada satu pun warga yang mengaku tahu siapa “pemain” di balik aksi tersebut.
KPH Kusan Tak Kasih Kendor
Saat ini, barang bukti chainsaw sudah dibawa ke kantor KPH Kusan untuk proses lebih lanjut. Meskipun pelakunya berhasil meloloskan diri kali ini, pihak KPH Kusan menegaskan tidak akan berhenti melakukan pengejaran.
Pihak KPH Kusan berjanji akan terus meningkatkan intensitas patroli masuk keluar hutan demi menjaga paru-paru bumi di Tanah Bumbu dari tangan-tangan jahil.
Pesan untuk masyarakat: Mari kita jaga hutan kita! Jika melihat aktivitas mencurigakan atau truk pengangkut kayu yang mencurigakan di tengah malam, jangan ragu untuk melapor ke petugas setempat.
sumber : KPH Kusan











