foto/ BBC.com
Jejakborneonews.com, KUTAI TIMUR – Nasib malang sekaligus keajaiban baru saja dialami oleh seorang nenek bernama Aniah. Di usianya yang tak lagi muda, ia harus bertaruh nyawa melawan keganasan predator air buaya.
Ceritanya, saat itu ia sedang beraktivitas mencari kangkung di daerah rawa berair di Jalan KH Abdullah, Sangatta Utara Atau jalan menuju Pantai Kenyamukan, tepat di belakang Masjid Al-Abror. Minggu (15/2/2026) sore.
Suasana sekitar pukul 16.00 WITA tampak tenang. Seperti biasa, Nenek Aniah menuju sebuah kolam atau rawa untuk memetik kangkung. Namun, di balik rimbunnya tanaman kangkung, bahaya besar ternyata sedang mengintai.
Sambaran Kilat di Pinggang
Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, seekor buaya tiba-tiba muncul dari permukaan air dan langsung menyambar bagian pinggang sebelah kanan Nek Aniah. Kekuatan rahang sang predator bahkan membuat pakaian yang dikenakannya robek seketika.
Dalam kondisi terjepit dan kesakitan, naluri bertahan hidup Nek Aniah muncul. Meski luka menghujam pinggangnya, ia sekuat tenaga merangkak naik ke daratan, menjauh dari jangkauan mulut buaya yang haus mangsa tersebut. Ia berhasil lepas dari maut, namun perjuangannya belum usai.
Satu Jam Menanti dalam Kesunyian
Karena tidak membawa alat komunikasi, Nek Aniah harus menahan perih dan trauma seorang diri di pinggir kolam. Selama satu jam lamanya, ia menunggu dengan sabar hingga jemputan anaknya tiba pada pukul 17.00 WITA. Bisa dibayangkan betapa mencekamnya waktu satu jam tersebut bagi sang nenek, sambil berharap sang predator tidak kembali naik ke darat.
Begitu sang anak datang, Nek Aniah langsung dilarikan ke Rumah Sakit SOHC Sangatta Kutai Timur Kaltim, untuk mendapatkan penanganan darurat. Tim medis segera membersihkan dan mengobati luka robek di pinggangnya.
Pelajaran dari Pesisir Kenyamukan
Setelah mendapatkan perawatan intensif, kabar baiknya Nek Aniah akhirnya diperbolehkan pulang oleh tim medis untuk menjalani pemulihan di rumah. Meski raga telah aman, trauma tentu masih membekas.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi kita semua, khususnya warga yang sering beraktivitas di dekat perairan. Alam terkadang menyimpan kejutan yang tak terduga. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan jangan sendirian saat beraktivitas di area yang rawan keberadaan hewan buas.
Semoga Nek Aniah segera pulih total dan kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan kita. Ary
Nenek Di Sangatta Berhasil Lolos Dari Terkaman Buaya











