BerandaBerita NasionalBorneo ZonePeristiwa

Nelayan Hilang di Sungai Sabut Sepaku, Tim SAR Temukan Organ Dalam

307
×

Nelayan Hilang di Sungai Sabut Sepaku, Tim SAR Temukan Organ Dalam

Sebarkan artikel ini

Foto/BPBD PPU: Operasi SAR pencarian nelayan hilang misterius di Sungai Sabut Sepaku

Jejakborneonews.com, IKN, PENAJAM PASER UTARA – Suasana haru dan cemas menyelimuti perairan Sungai Sabut dekat Jetty BRM, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim. Seorang nelayan lansia bernama Alben (63), warga RT 06 Kelurahan Pantai Lango Kecamatan Penajam, dilaporkan hilang secara misterius saat sedang mencari ikan pada Selasa (3/2/2026) malam.
Hingga Rabu sore, tim gabungan masih berupaya keras menyisir sungai untuk menemukan keberadaan kakek tersebut.
Perahu Ditemukan Terombang-ambing
Kejadian bermula ketika Alben berangkat melaut seorang diri sekitar pukul 22.00 WITA menggunakan perahu miliknya. Biasanya, Alben sudah kembali ke rumah pada pukul 02.00 atau 03.00 dini hari.
Kekhawatiran keluarga memuncak saat jarum jam menunjukkan pukul 03.00 WITA, namun Alben tak kunjung tampak. Anak korban bersama warga kemudian berinisiatif melakukan pencarian awal. Mereka menemukan perahu Alben di lokasi biasa ia memancing, namun dalam kondisi kosong tanpa awak.
Penemuan Senter dan Organ Dalam
Mendapat laporan dari Lurah Pantai Lango pada Rabu pagi, BPBD PPU bersama Basarnas Balikpapan dan tim gabungan langsung bergerak cepat. Pencarian dilakukan dengan menyisir radius dua mil dari lokasi awal ditemukannya perahu.
Dalam proses pencarian tersebut, tim menemukan dua benda yang menjadi petunjuk penting:
* Satu unit senter kepala (headlamp) milik korban.
* Dua potongan organ dalam yang hingga kini masih dalam proses pemeriksaan intensif untuk memastikan keterkaitannya dengan korban.
Pencarian Dihentikan Sementara
Karena kondisi cahaya yang mulai terbatas, operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 18.25 WITA sore tadi.
“Tim gabungan telah melakukan penyisiran maksimal. Pencarian hari ini resmi dihentikan dan akan dilanjutkan kembali besok pagi, Kamis (5/2/2026) pukul 07.00 WITA,” tulis laporan resmi BPBD PPU.

Operasi besar ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, pihak perusahaan PT BRM, hingga belasan perahu nelayan milik warga yang ikut membantu menyisir aliran sungai.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat beraktivitas di perairan Sepaku dan segera melapor ke layanan darurat 112 jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *