Foto: Insta Ki Mulyono
Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Bak sebuah lakon wayang yang berakhir antiklimaks, perjalanan karier gemilang Mulyono Purwo Wijoyo harus terhenti di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pria yang akrab disapa Ki Mulyono ini ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantornya sendiri, Rabu (4/2/2026) di Banjarmasin Kalsel.
Sosok “Paket Lengkap”: Pejabat Sekaligus Seniman
Di kalangan ASN dan pecinta wayang kulit Jawa, nama Ki Mulyono bukanlah sosok sembarangan. Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin ini dikenal sebagai pejabat “paket lengkap”.
Bukan hanya lulusan kampus mentereng seperti PKN STAN dan Universitas Indonesia, ia juga dikenal sangat piawai memainkan wayang kulit. Saking cintanya pada budaya, ia menyematkan gelar “Ki” di depan namanya, sebuah julukan kehormatan bagi seorang dalang.
Melalui media sosial instagram @ki.mulyono.pw, Mulyono kerap membagikan sisi hidupnya yang kontras:
* Menjadi pejabat DJP yang menangani urusan pajak kelas kakap.
* Menjadi dalang yang menghibur masyarakat khususnya komunitas Jawa di Kalimantan dan Jateng. Ia kerap diundang dalam pagelaran seni budaya wayang kulit mulai dari berbagai daerah di Kalimantan hingga Jawa Tengah.
* Koneksi Luas: Sering mengunggah foto bersama pejabat tinggi, pengusaha besar di Kalsel, hingga kalangan seniman.
Tersandung Kasus “Kembalian Pajak”
Ironisnya, kepiawaian Mulyono dalam “memainkan lakon” pajak kini berujung masalah hukum. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini berkaitan dengan dugaan kasus restitusi pajak.
Apa itu Restitusi Pajak? Secara sederhana, ini adalah proses saat wajib pajak meminta kembali kelebihan uang pajak yang telah mereka bayarkan kepada negara. Dalam kasus ini, diduga ada “main mata” dalam proses pengembalian tersebut.
Diamankan Bersama Dua Orang Lainnya
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa ada tiga orang yang diamankan dalam operasi di kantor KPP Madya Banjarmasin tersebut.
“Salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin (Mulyono). Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi kepada media.
Puncak Karier yang Runtuh
Padahal, karier Mulyono sedang berada di titik puncak. Setelah sukses menjabat sebagai Kepala KPP Pratama Tanjung pada 2023, ia baru saja dipromosikan menjadi Kepala KPP Madya Banjarmasin pada Juni 2025 lalu.
Kini, “panggung” yang dibangunnya selama bertahun-tahun terancam bubar. Masyarakat pun kini menanti, apakah ini akan menjadi babak terakhir dari perjalanan sang dalang pajak di kursi pesakitan KPK. Ary











